Foto Proyek Pintu Air Yang Menelan APBD Tanjab Barat Hingga Milyaran.
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah selesai, namun Proyek pembangunan pintu air di wilayah Parit Gantung RT. 09 senilai Rp 1,87 miliar, yang diharapkan menjadi solusi pengendalian banjir dan irigasi, kini menjadi perhatian serius. Proyek yang didanai dari APBD Murni ini dilaporkan belum rampung atau menggantung hingga hari ini, meskipun telah menerima alokasi anggaran dari APBD Perubahan.
Hal ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat khususnya wilayah Parit Gantung RT 09 tersebut, selain itu efektivitas perencanaan dan pengawasan proyek juga di pertanyakan. Seorang petani di sekitar Parit Gantung mengungkapkan kekhawatirannya, “Kami sangat berharap pintu air ini segera selesai, karena sangat penting untuk mengairi perkebunan kami.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lapangan menunjukkan proyek belum rampung. Padahal, anggaran proyek berasal dari APBD Murni. Pekerjaan yang terlihat selesai meliputi turap, rumah pintu air, jalan masuk, dan penimbunan tanah lumpur menggunakan karung. Timbunan tanah kuning dan mesin pendukung operasional tidak terlihat di lokasi.
Selain itu, papan proyek tidak mencantumkan masa kontrak kerja, padahal informasi ini wajib dicantumkan secara detail. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan proyek dengan spesifikasi yang ditetapkan dan kemungkinan pelanggaran kontrak kerja.
Berdasarkan informasi pada papan proyek, proyek pembangunan pintu air di RT 09 Dusun Tungkal Satu ini dikerjakan oleh CV Sumber Abadi Sentosa dengan konsultan pengawas CV Dwi Talenta.
Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanjabbar, Firli Yani, serta konsultan perencana belum dapat dikonfirmasi.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Tanjabbar, Kaspul Muhammad, menyatakan bahwa proyek belum selesai dan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Kontrak kerja dimulai pada bulan November dan berakhir pada 16 November. Item pekerjaan meliputi banyak bagian, dengan turap dan timbunan yang belum selesai. Ketebalan dinding cor turap adalah 20 cm dengan mutu beton K-225.
Kaspul juga menyatakan bahwa uji mutu beton telah dilakukan di laboratorium pengujian beton dengan sampel diambil sebelum pengecoran. Namun, Kaspul tidak menjawab pertanyaan mengenai potensi masalah jika pekerjaan dilakukan melewati anggaran APBD Murni. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Petani RT.09 Desa Pangkal Babu






