Foto Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Berdampak kepada lingkungan, akibat tambang yang ada di Tanjung Jabung Barat. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Wilayah Jambi memberikan respon tegas kepada instansi Pemerintah Daerah. Jumat (03/10/2025)
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi Oscar Anugrah menyoroti permasalahan aktivitas pertambangan di Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat). Kali ini, fokus utama adalah dampak masif dari penambangan galian C yang mengancam kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“WALHI Jambi menilai setidaknya ada 3 hal yang akan terjadi akibat dari akktifitas galian C ini. Yang pertama adalah, akan terjadinya kerusakan ekosistem dan bencana ekologis. penambangan ilegal maupun legal tentunya akan merubah bentang alam secara drastis. hal ini menjadi penyebab utamanya risiko tanah longsor dan banjir saat musim hujan. hal ini sudah terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Jambi”. Ungkapnya melalui Via WhatsApp saat di Konfirmasi kabarpesisir.com Jumat Siang.
Ia juga menambahkan dampak yang begitu dalam akibat aktivitas tambang Galian C yang dilakukan di wilalayah sungai.
“Yang kedua, Pengerukan material galian C dilakukan di wilayah sungai, akan menyebabkan sungai menjadi keruh, tercemar, dan terjadinya sedimentasi di ekosistem sungai. sehigga, akses masyarakat terhadap sungai akan hilang. Kemudian yang terakhir adalah perubahan morfologi sungai. aktifitas pengerusakan ini akan mengakibatkan erosi tebing sungai, perubahan kedalaman sungai, dan merusak sempadan sungai”. Tambahnya
melihat potensi dampak yang akan terjadi, tentunya WALHI Jambi meminta pemerintah hadir untuk menindak tegas industri ilegal perusak lingkungan. bukan hanya yang ilegal, pemerintah juga tentunya harus menindak perusahaan yang memiliki izin namun masih terjadi kerusakan lingkungan dan tidak patuh terhadap nilai-nilai keadilan ekologis. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : WALHI Jambi






