Data ATS Tanjab Barat Capai 6.104 Anak, Disdik Genjot Langkah Strategis Tekan Angka Putus Sekolah.

admin

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Menggunakan Ilustrasi 

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan hasil progres verifikasi data per 6 Juli 2026, tercatat sebanyak 6.104 anak masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS).

Jumlah tersebut menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik), dalam memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh hak pendidikan yang layak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Staf Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, M. Rifai, menjelaskan bahwa angka 6.104 ATS tersebut masih merupakan data hasil verifikasi yang terus diperbarui di lapangan.

“Dari total 6.104 anak yang masuk kategori ATS, terdapat beberapa klasifikasi. Sebanyak 2.439 anak merupakan putus sekolah (drop out), 1.578 anak lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, dan 2.087 anak belum pernah bersekolah,” jelas Rifai.

Menurutnya, data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil karena masih dilakukan proses pencocokan dan verifikasi bersama berbagai pihak.

Selain berasal dari satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), data ATS tersebut juga mencakup peserta didik dari lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus melakukan validasi agar data yang dimiliki benar-benar akurat. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan jumlah ATS setelah diketahui kondisi sebenarnya dari masing-masing anak.

Di sisi lain, Rifai menyebutkan bahwa pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, kuota peserta didik baru di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat secara umum telah terpenuhi.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mampu menyelesaikan persoalan anak yang belum kembali mengenyam pendidikan.

“Pemerintah daerah tetap menjadikan persoalan Anak Tidak Sekolah sebagai perhatian utama. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari pelacakan data secara langsung, koordinasi lintas sektor, hingga penguatan program sekolah ramah anak agar angka ATS dapat ditekan,” ujarnya.

Rifai menambahkan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan anak berhenti bersekolah. Faktor ekonomi masih menjadi penyebab paling dominan, meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai program pendidikan gratis.

Selain itu, faktor sosial juga memberikan pengaruh yang cukup besar. Pergaulan yang negatif, kasus perundungan (bullying), hingga tekanan dari lingkungan pertemanan sering kali membuat anak kehilangan semangat untuk melanjutkan pendidikan.

“Penyelesaian persoalan ATS tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar anak-anak dapat kembali memperoleh hak mereka untuk mengenyam pendidikan,” tutup Rifai.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap melalui langkah-langkah strategis yang terus dilakukan, jumlah Anak Tidak Sekolah dapat terus ditekan sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com

Berita Terkait

Pemkab Tanjab Barat Mulai Distribusikan Seragam Sekolah Gratis, Wujud Nyata Dukungan Peningkatan Dunia Pendidikan.
Kabid Paud-Pnf Tanjab Barat Berikan Penjelasan Dugaan Pungutan Ke PKBM: “Informasi Tersebut Tidak Benar”
Kodim 0419/Tanjab Resmikan Jembatan Beton Garuda, Dorong Akses Pendidikan.
Gladi Bersih TKA SD 2026 di Tanjab Barat, Ribuan Siswa Siap Ikuti Ujian Akademik Perdana.
Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Raih Penghargaan Jurnal Internasional Kategori Publikasi.
Penyerahan Kukerta Mahasiswa, Imam Wahyu Jati : Mahasiswa Harus Ikut Andil Dalam Menata Dan Merenda Peradaban Masyarakat.
Viral Siswa SMKN 7 Tanjabbar Tuntut Kepsek Diganti, Disdik Provinsi Respon Cepat Tuntutan Siswa.
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:27 WIB

Bakti Sosial Penuh Kepedulian, Tzu Chi Sinar Mas Fasilitasi Operasi Katarak bagi 209 Pasien di Jambi.

Sabtu, 12 September 2026 - 13:08 WIB

Di Sela Pisah Sambut Kapolres, Bupati Beri Kejutan Milad ke-42 untuk Dandim 0419/Tanjab.

Jumat, 11 September 2026 - 23:26 WIB

Dandim 0419/Tanjab Hadiri Pisah Sambut Kapolres Tanjab Barat, Harapkan Kolaborasi Makin Solid.

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Ketua DPRD Hamdani Hadiri Malam Pisah Sambut Kapolres Tanjab Barat, Harapkan Sinergi Terus Terjaga.

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Di Tengah Efisiensi, Elpisina Perjuangkan Dukungan Kementerian Lingkungan Hidup untuk Penanganan Sampah Tanjab Barat.

Rabu, 9 September 2026 - 15:08 WIB

Ketua DPRD Hamdani Dukung Pelestarian Budaya Melayu, Lepas Rombongan LAM Tanjab Barat Studi ke Siak.

Rabu, 9 September 2026 - 14:07 WIB

Udara Memburuk, HIPMI Tanjab Barat Turun Tangan Bagikan 2.000 Masker Untuk Pelajar dan Masyarakat.

Selasa, 8 September 2026 - 16:41 WIB

Disparbudpora Tanjab Barat Bantah Isu Pokir, Tegaskan Dana Hibah KONI Murni Program Pemerintah Daerah.

Berita Terbaru