Foto Kantor Dinkes Tanjab Barat
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjab Barat mencatat sebanyak 1.175 kasus penyakit terjadi selama periode 24 Agustus hingga 13 September 2026, dengan 317 kasus di antaranya merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Yulia Trismawati, S.Kep., MKM, saat dikonfirmasi pada Selasa (15/9/2026).
Yulia mengungkapkan, khusus pada periode 1 hingga 8 September 2026, pihaknya mencatat 317 kasus ISPA. Meningkatnya jumlah penderita gangguan saluran pernapasan itu diduga berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang dalam beberapa pekan terakhir menyelimuti wilayah Tanjung Jabung Barat.
“Kondisi kabut asap yang terjadi saat ini memang berpotensi meningkatkan kasus gangguan saluran pernapasan, terutama ISPA. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, serta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko paparan asap,” ujar Yulia.
Ia menjelaskan, kelompok yang paling rentan terdampak kabut asap adalah balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Oleh sebab itu, masyarakat diminta lebih waspada apabila mulai mengalami gejala seperti batuk, pilek, sesak napas, iritasi mata, maupun tenggorokan.
Selain penggunaan masker, Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup.
“Kami memastikan stok obat-obatan untuk penanganan ISPA di seluruh Puskesmas dalam kondisi aman dan mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir, apabila mengalami keluhan kesehatan segera datang ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditangani sejak dini,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan, organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, serta berbagai organisasi kemasyarakatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus melakukan pembagian masker di wilayah yang terdampak kabut asap.
“Kami juga terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya edukasi dan pembagian masker kepada masyarakat. Harapan kami, langkah ini dapat menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dari paparan asap,” tutup Yulia. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






