Foto Saat Proses Pengeboran Sumber Air Bersih.
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Timur – Memasuki hari keempat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0419/Tanjab, proses pembangunan berbagai sasaran fisik terus menunjukkan perkembangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah pengeboran sumur bor untuk penyediaan air bersih di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jumat (16/10/2026).
Di lokasi pengerjaan, aktivitas pengeboran berlangsung tanpa henti. Mesin bor terus bekerja menembus lapisan tanah, sementara para teknisi bersama personel Satgas TMMD melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan proses berjalan sesuai perencanaan.
Salah seorang teknisi menjelaskan, hingga hari keempat pengeboran, kedalaman sumur telah mencapai sekitar 90 meter. Namun, berdasarkan hasil survei dan analisis awal, sumber air dengan debit dan kualitas yang lebih baik diperkirakan berada pada kedalaman sekitar 120 meter.
“Saat ini pengeboran sudah mencapai kurang lebih 90 meter. Target kami sekitar 120 meter karena pada kedalaman tersebut diperkirakan terdapat lapisan akuifer yang mampu menghasilkan debit air lebih baik. Jadi prosesnya masih terus dilanjutkan,” jelasnya.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Satgas TMMD Kodim 0419/Tanjab yang turut meninjau lokasi menegaskan, pekerjaan sumur bor tidak semata-mata mengejar penyelesaian secepat mungkin.
Menurutnya, sasaran utama adalah memastikan masyarakat memperoleh sumber air bersih yang layak digunakan dalam jangka panjang.
Ia mengatakan, setiap tahapan pengeboran dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar posisi pipa dan lapisan sumber air yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi teknis di lapangan.
“Kami ingin memastikan air yang nantinya dimanfaatkan masyarakat benar-benar bersih, jernih, dan layak digunakan. Karena itu seluruh proses harus dilakukan secara cermat, bukan sekadar mengejar target waktu,” tegas Pasiter.
Ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan yang dilakukan secara tergesa-gesa berpotensi menurunkan kualitas hasil pengeboran. Kesalahan dalam menentukan kedalaman maupun posisi lapisan air dapat menyebabkan air yang dihasilkan keruh, berbau, atau memiliki debit yang tidak stabil.
“Harapan kami, sumur bor ini bukan hanya selesai dibangun, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu kualitas tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Dengan progres yang telah mencapai 90 meter, Satgas TMMD optimistis sisa pengeboran menuju kedalaman ideal dapat segera diselesaikan. Kehadiran fasilitas air bersih tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga Desa Merbau sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






