Tepis Isu Kebangkrutan, Dirut PDAM Tirta Pengabuan Berikan Penjelasan Tegas.

admin

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dirut PDAM Tirta Pengabuan Tanjab Barat

kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat – Beredarnya narasi opini terkait isu Kebangkrutan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pengabuan Tanjung Jabung Barat, Kepala Direktur Umum Feri Elviato, S.H., secara tegas menepis isu yang beredar di masyarakat menyebutkan perusahaan pengelola air bersih tersebut telah bangkrut. Feri Elviato menegaskan informasi itu tidak benar dan informasi tersebut menyesatkan.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perumda Tirta Pengabuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak bangkrut. Isu bangkrut adalah tidak benar dan menyesatkan. Perumda saat ini dalam kondisi pemulihan akibat kurangnya pemeliharaan selama empat tahun terakhir, namun bukan berarti bangkrut. Pelanggan kita saat ini mencapai 11 ribu pelanggan, dan kami tetap beroperasi, memproduksi, serta melayani kebutuhan air bersih masyarakat setiap hari,” ujar Feri Elviato.

 

Terkait keluhan masyarakat mengenai aliran air yang kecil atau mati bergilir belakangan ini, Feri Elviato menjelaskan hal tersebut bukan tanda kebangkrutan, melainkan akibat tiga faktor teknis yang telah terabaikan dalam waktu lama.

 

Pertama, kolam limbah di Instalasi Pengolahan Air Tebing Tinggi penuh endapan lumpur dan tidak dikeruk selama empat tahun. Kondisi ini menyebabkan saringan tersumbat dan menurunkan kapasitas produksi hingga 40 persen. Pihak manajemen sedang mengajukan bantuan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk penanganan segera.

 

Kedua, pipa transmisi yang sudah tua mengalami kebocoran di sejumlah titik, sehingga kehilangan air mencapai 25 persen sebelum sampai ke rumah warga. Sepanjang tahun 2025 hingga 2026 tercatat tujuh titik kebocoran besar terjadi. Untuk mempercepat penemuan titik kebocoran, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah telah menyetujui bantuan lima unit alat ukur aliran air senilai ratusan juta rupiah yang saat ini sedang dalam proses pengadaan Tahun Anggaran 2026.

 

Ketiga, debit Sungai Pengabuan sebagai sumber air baku menurun tajam saat musim kemarau, yakni turun hingga 60 persen. Hal ini merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun, bukan karena keuangan perusahaan habis.

 

Ditanya mengenai kondisi keuangan perusahaan, Feri Elviato mengakui Perumda mencatat kerugian dalam empat tahun terakhir. Namun ia menegaskan, kerugian berbeda dengan kebangkrutan.

 

Selama empat tahun terakhir, tarif air tidak mengalami penyesuaian, sementara biaya operasional terus meningkat harga listrik naik 30 persen dan harga tawasnaik 50 persen. Akibatnya, perusahaan menjual air di bawah harga pokok produksi.

 

“Saat ini kami sedang mengajukan penyesuaian tarif yang rasional kepada Pemerintah Daerah dan DPRD agar Perumda dapat kembali sehat dan berkelanjutan. Perusahaan yang benar-benar bangkrut tidak mungkin masih beroperasi dan mendapatkan kepercayaan dari pemerintah provinsi untuk dukungan investasi,” jelasnya.

 

Bukti nyata kepercayaan pemerintah terhadap keberlangsungan Perumda terlihat dari bantuan sarana prasarana yang terus disalurkan, termasuk pengadaan lima unit Flow Meter dari Pemerintah Provinsi Jambi yang akan direalisasikan pada tahun 2026.

 

Feri Elviato mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk memaklumi kondisi yang ada dan bersama-sama mendukung upaya pemulihan layanan air bersih ini. Dengan dukungan pemerintah daerah dan pengertian masyarakat, diharapkan layanan Perumda Tirta Pengabuan dapat kembali optimal dalam waktu dekat. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kabarpesisirjambi.com

Berita Terkait

Pengecoran Fondasi Tower Dimulai, Progres Sumur Bor Sasaran 4 TMMD Ke-130 Capai 65 Persen.
Mendekati Penyelesaian, Tanggul TMMD Sepanjang 1.670 Meter di Desa Merbau Capai Progres 95 Persen.
Pemasangan Atap Seng Dikebut, Progres Bedah Rumah Bapak Supiandi Capai 43 Persen.
Konstruksi Menara Penampungan Rampung, Progres Sumur Bor Sasaran 1 TMMD Sentuh 90 Persen.
Dukung Akses Air Bersih, Pembangunan Sumur Bor TMMD di Dusun Riya Terus Berprogres, Capai 72 Persen.
Rehab RTLH Mulyono Masuki Tahap Finishing, Satgas TMMD Ke-130 Genjot Penyelesaian Pembangunan.
Pengeboran Tuntas, Instalasi Pipa Sumur Bor Sasaran 4 Melaju, Progres Capai 60 Persen.
Tiang Kanopi Mulai Berdiri, Rehab RTLH Bapak Supiandi Terus Dikebut, Progres Capai 37 Persen.
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:57 WIB

Pengecoran Fondasi Tower Dimulai, Progres Sumur Bor Sasaran 4 TMMD Ke-130 Capai 65 Persen.

Selasa, 3 November 2026 - 22:49 WIB

Mendekati Penyelesaian, Tanggul TMMD Sepanjang 1.670 Meter di Desa Merbau Capai Progres 95 Persen.

Selasa, 3 November 2026 - 22:42 WIB

Pemasangan Atap Seng Dikebut, Progres Bedah Rumah Bapak Supiandi Capai 43 Persen.

Selasa, 3 November 2026 - 21:48 WIB

Konstruksi Menara Penampungan Rampung, Progres Sumur Bor Sasaran 1 TMMD Sentuh 90 Persen.

Selasa, 3 November 2026 - 21:35 WIB

Tepis Isu Kebangkrutan, Dirut PDAM Tirta Pengabuan Berikan Penjelasan Tegas.

Senin, 2 November 2026 - 16:20 WIB

Rehab RTLH Mulyono Masuki Tahap Finishing, Satgas TMMD Ke-130 Genjot Penyelesaian Pembangunan.

Minggu, 1 November 2026 - 21:21 WIB

Pengeboran Tuntas, Instalasi Pipa Sumur Bor Sasaran 4 Melaju, Progres Capai 60 Persen.

Minggu, 1 November 2026 - 20:43 WIB

Tiang Kanopi Mulai Berdiri, Rehab RTLH Bapak Supiandi Terus Dikebut, Progres Capai 37 Persen.

Berita Terbaru