Keunikan Keranjang Dari Eceng Gondok Memiliki Nilai Jual Yg Tinggi.

admin

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ibu Persit dan Kerajinan Tangannya

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah terus menunjukkan kontribusi signifikan dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

Selain menjadi sumber penghasilan, sektor ini juga berperan dalam membuka lapangan kerja serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah dinamika tersebut, muncul berbagai kisah inspiratif dari para pelaku UMKM yang memulai usaha dari hal sederhana. Salah satunya adalah kerajinan keranjang buah berbahan dasar eceng gondok yang dikembangkan oleh Ny. Riko, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjung Jabung.

Sebagai ibu rumah tangga sekaligus istri prajurit, Ny. Riko memanfaatkan waktu luang dan keterampilannya untuk menghasilkan produk kerajinan bernilai estetika sekaligus ekonomi.

Berawal dari ketertarikan terhadap kerajinan tangan, ia mulai mengolah eceng gondok tanaman yang kerap dianggap gulma perairan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan daya jual tinggi.

Dengan melalui proses pengeringan, pemilahan bahan, hingga teknik penganyaman yang teliti, eceng gondok diubah menjadi keranjang buah yang kuat, rapi, dan menarik.

Seluruh proses produksi dilakukan secara manual, sehingga setiap produk memiliki karakter unik yang mencerminkan sentuhan tangan pengrajin.

Namun, dalam perjalanannya, Ny. Riko tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pemasaran hingga proses produksi yang memakan waktu cukup lama.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkembang. Ia mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi guna memperluas jangkauan pasar.

Upaya ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan diri serta pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekitar.

Eceng gondok yang sebelumnya dipandang sebagai tanaman pengganggu, kini justru menjadi komoditas bernilai ekonomi.

Dukungan dari organisasi Persit Kartika Chandra Kirana turut menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan usaha tersebut. Melalui pembinaan dan arahan, para anggota didorong untuk terus menggali potensi diri melalui kegiatan kreatif dan produktif.

Saat ini, kerajinan keranjang buah hasil karya Ny. Riko dipersiapkan untuk mengikuti ajang “Persit Bisa 2”, yang menjadi wadah bagi anggota Persit dalam menampilkan kreativitas dan inovasi usaha.

Produk tersebut dipercaya menjadi salah satu unggulan yang mewakili Kodim 0419/Tanjung Jabung di bawah naungan Koorcab Rem 042 PD XX/Tuanku Imam Bonjol.

Keikut sertaan dalam ajang tersebut diharapkan mampu memperluas pengenalan produk ke masyarakat serta menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para ibu Persit dalam membangun usaha mandiri.

Lebih dari sekadar kerajinan, keranjang buah dari eceng gondok ini menjadi simbol ketekunan, kreativitas, dan semangat kemandirian. Kisah Ny. Riko membuktikan bahwa potensi lokal yang sederhana dapat berkembang menjadi usaha bernilai tinggi apabila dikelola dengan kesungguhan dan inovasi, serta mampu memberikan manfaat luas bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kodim 0419/tanjab

Berita Terkait

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.
Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.
Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.
Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.
Ratusan Warga Geruduk Polda Jambi, Desak Dugaan Korupsi Dana Kompensasi Rp8,9 Miliar dan Penjualan Lahan Desa Diusut.
Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.
Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:32 WIB

Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WIB

Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:44 WIB

Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan: Fogging Dilakukan Berdasarkan Permohonan dan Kesepakatan Warga.

Berita Terbaru