Foto Pegawai Dinas PMD Tanjab Barat
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat — Pawai pembangunan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Kuala Tungkal, Selasa (18/08/2026), berlangsung semarak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beragam kreativitas ditampilkan peserta, mulai dari nuansa perjuangan, budaya, kearifan lokal hingga berbagai potret pembangunan daerah.
Namun, ada satu penampilan yang sukses mencuri perhatian sekaligus membawa masyarakat bernostalgia. Adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang tampil dengan konsep “Jadoel” atau tempo dulu.
Bukan sekadar pawai, penampilan Dinas PMD seolah membawa masyarakat kembali ke suasana tahun 1980-an. Para pegawai tampil mengenakan kostum dan pernak-pernik khas zaman dahulu, lengkap dengan gaya yang mengundang senyum dan gelak tawa.
Suasana semakin meriah ketika iring-iringan mereka diiringi alunan musik dangdut lawas yang begitu akrab di telinga generasi masa itu.
Sepanjang ruas jalan Kota Kuala Tungkal, masyarakat tampak antusias menyaksikan. Ada yang tertawa, tersenyum, bahkan tak sedikit yang ikut bergoyang mengikuti irama musik.
Bagi sebagian warga, penampilan tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi perjalanan singkat menuju masa lalu—ketika kehidupan terasa sederhana, penuh kebersamaan dan meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.
Salah seorang penonton, Endang, mengaku konsep yang dibawakan Dinas PMD menjadi salah satu penampilan yang paling menghibur baginya.
“Ini konsep yang unik dan menghibur. Kita seperti dibawa kembali mengingat masa muda di tahun 80-an. Dulu suasananya seru dan penuh kenangan. Sekarang dihadirkan kembali di zaman modern seperti ini. Terima kasih Dinas PMD Tanjab Barat sudah mengingatkan kami pada masa yang indah,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep tempo dulu tersebut mampu menyentuh sisi emosional masyarakat, khususnya mereka yang pernah merasakan kehidupan era 1980-an.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Natsir, S.IP. Ia mengatakan, konsep Jadoel sengaja dipilih untuk memberikan hiburan sekaligus mengajak masyarakat bernostalgia.
“Konsep ini kami hadirkan untuk masyarakat, agar mereka bisa kembali mengingat dan mengenang masa muda di tahun 80-an. Kami ingin memberikan sesuatu yang unik, menghibur dan membuat masyarakat yang melihat ikut merasakan kembali suasana masa itu,” ujarnya.
Kehadiran Dinas PMD dengan konsep Jadoel pun menjadi warna tersendiri dalam pawai pembangunan tahun ini. Di tengah kemajuan zaman dan berbagai simbol pembangunan yang ditampilkan, nostalgia justru hadir sebagai pengingat bahwa setiap generasi memiliki cerita dan kenangan yang tidak ternilai.
Dari pinggir jalan hingga sepanjang rute pawai, senyum dan gelak tawa masyarakat menjadi bukti bahwa konsep sederhana tentang masa lalu mampu menciptakan kebahagiaan yang begitu dekat.
Dinas PMD tidak hanya ikut berpawai, tetapi juga membawa pulang kenangan lama ke tengah hiruk-pikuk Kuala Tungkal—membuat yang pernah muda kembali tersenyum, dan yang muda ikut menikmati cerita tentang zaman yang pernah begitu indah. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






