Pembagian Dana PI Belum Temui Titik Terang, Apa Yang Menjadi Penghambat ?.

admin

- Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pekerja Migas

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Dana PI yang seharusnya menjadi stimulus untuk membantu anggaran daerah dalam melaksanakan berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat, kini justru menjadi polemik. Belum ada keputusan final dari Pemkab dan DPRD Tanjab Barat terkait bantuan PI yang ditawarkan.

Persoalan ini mencuat dan sempat di sindir pada saat Gubernur Provinsi Jambi menyampaikan sambutan di Rapat Istimewa Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang ke – 60 di Gedung DPRD Tanjab Barat Pada Minggu siang 10 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPRD Tanjab Barat, Hamdani SE, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan dana Participating Interest (PI) sebesar 10 persen dari pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi, menjelaskan bahwa dana PI tersebut belum terealisasi karena masih dalam kajian mendalam.

“Penawaran yang diberikan pemerintah provinsi sebesar 50-50, kami nilai tidak sesuai. Kami meminta 60 persen untuk Tanjab Barat dan 40 persen untuk provinsi. Namun, usulan yang kami sampaikan hingga kini belum ada kesempatan,” ujar Hamdani.

Ketika ditanya mengenai batas waktu yang ditentukan terkait bantuan dana PI, Hamdani mengaku tidak tahu karena tidak ikut dalam rapat pembahasan waktu itu. “Yang ikut rapat adalah Wakil Ketua DPRD, H. Sjafril Simamora (Ucok Mora),” katanya.

Hamdani menegaskan,”Secara aturan, Kabupaten Tanjab Barat pasti dapat, tetapi dengan cara pembagian 50-50. Kita hanya dapat 50 persen, dan 50 persen kita itu dibagi tiga, yaitu Kabupaten Muara Jambi, Kabupaten Tanjab Timur, dan Kabupaten Tanjab Barat. Kita kemarin meminta pembagian untuk daerah kita 60 persen dan provinsi 40 persen, namun belum ada kesempatan. Kalau ditawarkan seperti awal, kita pasti dapat,” jelasnya.

Mengenai kemungkinan menerima atau menolak jika pemerintah provinsi tetap melaksanakan kesempatan awal dengan pembagian yang tidak sesuai harapan, Hamdani menyatakan bahwa daerah harus menerima. “Kita sekadar usulan, jadi mau tidak mau daerah kita harus menerima. Tergantung kesempatan nanti seperti apa,” tambahnya.

DPRD mendukung pemkab pembagian 60 persen untuk daerah karena sumur gas di wilayah Tanjab Barat lebih banyak dibandingkan daerah lain. “Yang jelas, kami dari DPRD sepakat mendorong Pemkab agar daerah kita lebih banyak menerima jatah dana PI tersebut,” tegasnya.

Terpisah, Direktur BUMD Tanjab Barat, H. Agus, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu data dari Provinsi Jambi terkait PI 10 persen antara JII BUMD provinsi dengan Petrochina. “BUMD kita dan BUMD Tanjab Timur sebagai pendamping karena masuk wilayah kerja Tanjab Barat dan Tanjab Timur. Kami berharap BUMD Provinsi Jambi cepat menyelesaikan ini. Pada dasarnya, kita masih menunggu prosesnya yang lagi berjalan,” ujarnya.

Penundaan ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai langkah ini kurang tepat karena kebutuhan infrastruktur yang mendesak. Namun, ada juga yang mendukung kehati-hatian Pemkab dan DPRD.

Masyarakat Tanjab Barat kini menunggu kelanjutan negosiasi antara Pemkab, DPRD, dan Pemerintah Provinsi Jambi. Keputusan terkait dana PI ini akan berdampak besar pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tanjab Barat. (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : DPRD Tanjab Barat

Berita Terkait

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.
Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.
Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.
Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.
Ratusan Warga Geruduk Polda Jambi, Desak Dugaan Korupsi Dana Kompensasi Rp8,9 Miliar dan Penjualan Lahan Desa Diusut.
Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.
Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:32 WIB

Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WIB

Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:44 WIB

Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan: Fogging Dilakukan Berdasarkan Permohonan dan Kesepakatan Warga.

Berita Terbaru