Foto Kegiatan Bersholawat di Water Front City
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat – Lantunan sholawat menggema memecah keheningan malam di kawasan Jembatan Titian Orang Kayo Mustiko Rajo Alam atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Water Front City (WFC) Kuala Tungkal, Kamis malam (3/9/2026).
Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat memadati kawasan wisata tersebut untuk mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Milad Majelis ke-13.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana yang biasanya dipenuhi aktivitas wisata dan kuliner malam berubah menjadi lautan putih. Jamaah yang mengenakan pakaian muslim memenuhi kawasan pesisir, larut dalam lantunan sholawat dan doa sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Semilir angin dari Sungai Pengabuan berpadu dengan syair-syair pujian kepada Nabi, menciptakan suasana religius yang penuh kekhusyukan.
Kegiatan ini turut dihadiri Al Habib Muhammad Novel bin Abdullah Al Thos dari Jakarta serta Ustaz Fakhrul Rozi selaku pengurus Majelis Al-Mubaraq, yang memimpin rangkaian tausiyah dan sholawat bersama jamaah.
Direktur Utama Bronut Fajri selaku pengelola Water Front City mengatakan, WFC tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai ruang publik yang mampu menghadirkan kegiatan-kegiatan positif, khususnya bernuansa keagamaan.
“Water Front City bukan hanya tempat wisata. Kami ingin kawasan ini menjadi pusat berbagai kegiatan positif bagi masyarakat, terutama kegiatan religi seperti peringatan Maulid Nabi. Karena itu kami menghadirkan konsep bersholawat di pesisir Pengabuan agar masyarakat dapat menikmati wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga menyejukkan hati dan memperkuat nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak kegiatan sosial, budaya, pendidikan, maupun keagamaan yang dapat diselenggarakan di Water Front City sehingga kawasan tersebut semakin hidup, bermanfaat, dan menjadi destinasi wisata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Harapan kami, Water Front City dapat menjadi ikon wisata keluarga yang aman, nyaman, dan penuh nilai positif. Kami ingin masyarakat datang bukan hanya untuk menikmati keindahan pesisir, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan yang membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan budaya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” pungkasnya. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






