Produk Warga Binaan Hadir di Imigrasi Tanjab Barat
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Upaya mendorong kemandirian ekonomi warga binaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kuala Tungkal. Terbaru, Lapas Kuala Tungkal resmi menjajakan produk unggulan hasil karya warga binaan di lounge Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal, mulai Rabu (25/02/2025).
Melalui kolaborasi ini, para pengunjung dan pemohon paspor kini dapat menikmati camilan khas seperti Kletek Udang dan Keripik Pisang yang diproduksi langsung oleh warga binaan. Produk tersebut dipajang di etalase lounge imigrasi sebagai bagian dari sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan produk dilakukan dalam seremoni sederhana. Kepala Seksi Pembinaan dan Giatja Lapas Kuala Tungkal, Ali Sodikin, bersama jajaran disambut hangat oleh Kepala Urusan Umum Kantor Imigrasi Kuala Tungkal, Nurdjanah.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan dari Ibu Nurdjanah dan jajaran Imigrasi. Ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya dengan Kepala Kantor Imigrasi. Alhamdulillah, responsnya cepat dan langsung terealisasi,” ujar Ali Sodikin usai kegiatan.
Nurdjanah menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kehadiran produk UMKM binaan Lapas tidak hanya menambah pilihan camilan bagi masyarakat, tetapi juga membawa misi sosial yang kuat.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan. Kami berharap produk ini semakin dikenal luas, karena dari sisi kualitas tidak kalah dengan produk komersial di pasaran,” ungkapnya.
Selain memperluas jaringan pemasaran, penempatan produk di ruang publik seperti kantor imigrasi juga diharapkan mampu mengikis stigma negatif terhadap warga binaan. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa mereka memiliki keterampilan, potensi, dan semangat untuk berkarya.
Lebih membanggakan lagi, Kletek Udang dan Keripik Pisang produksi Lapas Kuala Tungkal telah mengantongi sertifikat halal. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah yang memastikan produk aman dikonsumsi sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.
Ali Sodikin menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemasaran “jemput bola” yang terus dikembangkan pihaknya.
“Kami tidak bisa hanya menunggu pembeli datang. Karena itu, kami membuka etalase di lokasi strategis. Sertifikasi halal yang kami miliki menunjukkan keseriusan dalam pengelolaan produk. Ke depan, kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus diperluas,” tutupnya.
Dengan hadirnya etalase UMKM binaan di Kantor Imigrasi, masyarakat yang mengurus dokumen perjalanan kini tidak hanya mendapatkan pelayanan administrasi, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi dalam program pemberdayaan warga binaan melalui setiap produk yang dibeli. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal






