Kisruh Jual Beli Buku KIA di Desa Kepayang, Kades dan Kepala Puskesmas Angkat Bicara.

admin

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Puskesmas Senyerang

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Kepala Desa (Kades) Desa Kepayang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, M. Topik, memberikan penjelasan terkait keluhan warga mengenai dugaan jual beli Buku KIA oleh oknum bidan setempat. Keterangan ini disampaikan melalui sambungan telepon, (19/1/26) Senin pagi.

Warga telah melapor dan mempertanyakan apakah buku KIA diberikan secara gratis atau harus dibeli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga datang bertanya dan melaporkan ke saya terkait hal ini, jadi saya langsung lakukan konfirmasi untuk mendapatkan informasi yang akurat,” ujar M. Topik.

Setelah melakukan verifikasi kepada Kepala Puskesmas Kecamatan Senyerang, diketahui terdapat perbedaan aturan pemberian buku KIA.

“Jika pasien berobat di Puskesdes atau Posyandu, buku KIA diberikan secara gratis. Namun, jika berobat di klinik atau secara mandiri, memang diperlukan pembelian buku tersebut,” jelas Kades.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kembali kepada warga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Laporan warga ini telah saya konsultasikan dan konfirmasikan kepada Kepala Pukesmas setempat agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

Kades menambahkan bahwa langkah konfirmasi dan penyampaian informasi ini dilakukan untuk memastikan semua kondisi di desa berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan benar.

Terpisah, Kepala Puskesmas Senyerang Dr. Leni memberikan tanggapan terkait permasalahan tersebut.

“Kami kurang paham mengenai pengadaan buku secara mandiri, karena buku KIA yang ada di puskesmas, posyandu maupun poskesdes berasal dari pengadaan Dinas Kesehatan, dan saya tidak melihat buku yang diperjualbelikan secara langsung. Kemarin Kades menghubungi saya untuk memberitahu masalah penjualan buku KIA, kemudian saya langsung memanggil bidan yang bersangkutan,” ungkapnya.

Menurut Dr. Leni, bidan yang bersangkutan menyatakan bahwa penjualan buku tersebut dilakukan saat ia praktik mandiri, di luar lingkup dinas kesehatan dan puskesmas.

“Pasien datang ke rumahnya, dan bidan tersebut memberi tahu bahwa buku tersebut dibelinya secara pribadi kemudian pasien ingin membelinya, yang dianggap sebagai dasar suka sama suka,” tambahnya.

Diketahui bahwa buku KIA yang dijual tersebut dibeli secara pribadi oleh bidan melalui platform online Shopee. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kepala Puskesmas Senyerang dan Kades

Berita Terkait

Pangkogabwilhan I Tinjau Langsung Upaya Penanggulangan Karhutla di Tanjab Barat dan Tanjab Timur.
Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.
Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.
87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.
Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.
Resmi Dibuka, Mess Kodim 0419/Tanjab Jadi Fasilitas Singgah Nyaman bagi Prajurit.
Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:57 WIB

Pangkogabwilhan I Tinjau Langsung Upaya Penanggulangan Karhutla di Tanjab Barat dan Tanjab Timur.

Jumat, 18 September 2026 - 10:33 WIB

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.

Jumat, 18 September 2026 - 09:54 WIB

Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.

Kamis, 17 September 2026 - 14:07 WIB

87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.

Rabu, 16 September 2026 - 20:08 WIB

Resmi Dibuka, Mess Kodim 0419/Tanjab Jadi Fasilitas Singgah Nyaman bagi Prajurit.

Rabu, 16 September 2026 - 16:36 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.

Selasa, 15 September 2026 - 14:36 WIB

Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”

Berita Terbaru