Mandor Proyek Rehab Puskesmas Merlung, Sebut Upah Tenaga Kerja Hingga Saat Ini Belum di Bayarkan.

admin

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Pekerjaan Proyek Rehab Puskesmas Merlung

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Proyek Rehab Puskesmas Merlung di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Yang menggunakan anggaran APBD Murni senilai Rp. 3 Miliar Lebih ini diterpa isu upah yang belum terselesaikan. Informasi ini di dapat awak media dari Seorang mandor proyek mengklaim bahwa dirinya dan sejumlah pekerja belum menerima upah yang sesuai yang dijanjikan oleh pihak Kontraktor. Minggu (02/11/2025).

Keterlambatan pembayaran ini telah berlangsung beberapa waktu, persoalan ini menimbulkan keluhan di antara para pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Kami sudah bekerja keras menyelesaikan proyek ini, tapi hak kami belum dipenuhi. Banyak dari kami yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.”

Seorang mandor yang dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. “Benar, saya yang mengkoordinir tenaga kerja. Uang belum keluar, dan para pekerja menuntut saya karena saya yang mengajak mereka bekerja di proyek ini. Akhirnya, saya bertanggung jawab membayar pekerja dengan uang pribadi sebesar Rp. 25 juta rupiah,” ujarnya melalui sambungan telepon, Minggu (2/11/2025).

Mandor tersebut juga mengklaim bahwa kontraknya diputus sepihak dan nomor kontaknya diblokir.

“Nomor saya malah diblokir, kontrak diputus sepihak,” tambahnya.

“Jika dihitung, masih ada uang saya yang belum dibayarkan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah mengeluarkan banyak uang untuk menutupi pembayaran pekerja dan melanjutkan pekerjaan mandor sebelumnya.

Menurut pengakuan mandor tersebut, anggaran proyek mencapai lebih dari Rp. 3 miliar rupiah, dengan 14% dari anggaran dialokasikan untuk upah pekerja, atau sekitar 450 juta rupiah.

Pekerjaan tersebut awalnya dikerjakan oleh mandor pertama, yang menyelesaikan 17% bangunan dengan total nilai 76 juta rupiah. Mandor pertama kemudian dipecat dan tidak dibayar selama dua minggu. Mandor yang saat ini berbicara melanjutkan pekerjaan dengan total upah 350 juta rupiah.

“Saya sudah dipotong uang, tapi masih dipotong persentase bangunan. Kalau sudah dipotong uang, berarti pekerja yang pertama sudah ‘JD’ (jadi milik saya) karena upah pekerjaan sudah dipotong.

Tapi kemarin saya dipotong uang, juga dipotong persentase pekerjaan otomatis. Saya sudah habis uang yang saya ambil selama dua bulan untuk bayar pekerja. Uang yang saya ambil sudah Rp. 150 juta rupiah, padahal pekerjaan itu sudah 60%, tapi saya dibayar 43% saja,” ungkapnya.

Sementara itu, kontraktor pelaksana proyek dengan inisial AH membantah tudingan tersebut. Menurutnya, mandor yang bersangkutan justru telah menerima upah lebih hingga puluhan juta rupiah. AH juga menyatakan bahwa masalah ini telah dilaporkan ke pihak berwajib. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Mandor

Berita Terkait

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.
Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.
87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.
Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.
Resmi Dibuka, Mess Kodim 0419/Tanjab Jadi Fasilitas Singgah Nyaman bagi Prajurit.
Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.
Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 10:33 WIB

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.

Jumat, 18 September 2026 - 09:54 WIB

Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.

Kamis, 17 September 2026 - 14:07 WIB

87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.

Kamis, 17 September 2026 - 13:07 WIB

Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.

Rabu, 16 September 2026 - 16:36 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.

Selasa, 15 September 2026 - 14:36 WIB

Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Tokoh Masyarakat Batang Asam Apresiasi Kinerja Hamdani, Nilai Aspirasi Warga Terus Diperjuangkan.

Berita Terbaru