Pintu Air Empat Miliar di Duga Tak Berfungsi, Air Laut Tetap Meluap Hingga Redam Rumah dan Perkebunan Warga.

admin

- Redaksi

Minggu, 7 Desember 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kondisi Pintu Air Yang Meluap Saat Banjir Rob

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Proyek pintu air yang dibangun dengan anggaran APBD Tanjab Barat sebesar Rp. 4 Miliyar lebih di wilayah Parit 10, Desa Tungkal Satu, Kecamatan Tungkal Ilir , Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menimbulkan keresahan warga. Minggu (07/12/2025)

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab proyek yang baru beberapa bulan selesai dibangun, infrastruktur yang seharusnya mengatur aliran air laut dan dapat mencegah luapan ternyata tidak berfungsi sebagaimana mestinya, terpantau hari ini air laut meluap saat air pasang tiba.

 

Dari laporan Warga bahwa pintu air tersebut tampak tidak mampu menahan debit air, padahal pembangunannya baru selesai dalam hitungan bulan. Kondisi ini membuat mereka bertanya-tanya mengenai kualitas dan perencanaan pelaksanaan proyek dan penggunaan uang rakyat yang dikeluarkan.

 

“Kita melihatnya dibangun dari awal, habis banyak uang rakyat. Tapi sekarang begini air tetap meluap, tidak ada manfaatnya sama sekali. Seolah-olah proyek ini hanya sekedar bentuk tanpa isi,” ungkap seorang warga setempat yang engan di sebut namanya.

 

Diketahui bahwa Proyek Pintu Air ini dapat bertujuan mendukung irigasi dan pencegahan banjir di wilayah tersebut ternyata gagal memenuhi tujuan utama.

 

Warga mengharapkan aparat penegak hukum (APH) terkait segera melakukan pengecekan dan memberikan tindakan tegas, agar uang rakyat tidak terbuang percuma.

 

Sementara bedasarkan data yang dikutip media ini dari berbagai sumber yang dipercaya bahwa Pembangunan pintu air sangat penting untuk mengontrol aliran air, berfungsi utama untuk mengatur irigasi pertanian (distribusi air merata, mencegah kekeringan/banjir), mengendalikan banjir (mengarahkan air berlebih), menjaga ketinggian air (untuk waduk atau kebutuhan kota), hingga mencegah intrusi air laut dan membilas sedimen agar saluran tetap bersih.

 

Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air yang cukup dan aman untuk berbagai kebutuhan, mendukung ketahanan pangan dan wilayah yang lebih baik.

 

Fungsi utama pintu air:

Pengaturan Irigasi: Membagi air secara adil ke sawah dan perkebunan, memastikan tanaman tidak kekurangan atau kelebihan air, sehingga meningkatkan produktivitas.

 

Pengendalian Banjir: Mengontrol luapan air saat hujan deras dan mengarahkannya ke sungai atau laut, mengurangi risiko banjir di daerah perkotaan dan pemukiman.

 

Manajemen Ketinggian Air: Menjaga ketinggian air di waduk (seperti Waduk Pluit) atau kanal untuk berbagai keperluan, termasuk pasokan air baku.

 

Efisiensi dan Penghematan Air: Mengoptimalkan penggunaan air dengan mengalirkannya sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, terutama saat sumber daya terbatas.

 

Pengendalian Sedimen: Mencegah lumpur atau sedimen masuk ke saluran pengambilan air (intake) dan membilasnya agar aliran tetap lancar.

 

Pencegahan Intrusi Air Laut: Di wilayah pesisir, membantu mencegah air laut masuk ke daratan. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Masyarakat

Berita Terkait

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.
Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.
87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.
Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.
Resmi Dibuka, Mess Kodim 0419/Tanjab Jadi Fasilitas Singgah Nyaman bagi Prajurit.
Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.
Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 10:33 WIB

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.

Jumat, 18 September 2026 - 09:54 WIB

Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.

Kamis, 17 September 2026 - 14:07 WIB

87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.

Kamis, 17 September 2026 - 13:07 WIB

Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.

Rabu, 16 September 2026 - 16:36 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.

Selasa, 15 September 2026 - 14:36 WIB

Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Tokoh Masyarakat Batang Asam Apresiasi Kinerja Hamdani, Nilai Aspirasi Warga Terus Diperjuangkan.

Berita Terbaru