Foto Diskusi Pak Menteri Kesehatan Bersama Dokter Interenship Tanjab Barat di Live Tiktok Akun Pribadi Menteri Kesehatan.
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Kinerja Dewan Pengawas (Dewas) RSUD K.H. Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menjadi sorotan serius menyusul viralnya kasus meninggalnya seorang dokter yang diduga berkaitan dengan beban kerja berlebihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan tersebut mengemuka dalam rapat tertutup yang melibatkan dokter internsip dan Kementerian Kesehatan RI, dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Rabu Pagi (6/5/2026).
Dalam forum itu, selain membahas kronologi kejadian, evaluasi terhadap fungsi pengawasan Dewas menjadi salah satu isu utama. Sejumlah peserta rapat menyoroti lemahnya kontrol terhadap disiplin dokter tetap yang dinilai kerap tidak berada di tempat saat jam pelayanan berlangsung.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh para dokter Interenship. Mereka mengungkapkan bahwa sebagian dokter tetap sering meninggalkan tugas dengan alasan istirahat, seperti merokok atau minum kopi, sehingga pelayanan pasien sepenuhnya dialihkan kepada dokter Interenship.
“Banyak dokter tetap yang keluar saat jam kerja dengan alasan merokok dan ngopi, sehingga pasien kami yang tangani sepenuhnya,” ungkap salah satu dokter internsip dalam forum yang juga disiarkan melalui akun TikTok pribadi Menteri Kesehatan.
Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan mempertanyakan durasi dan lokasi aktivitas tersebut, apakah masih dalam batas wajar atau justru mengganggu pelayanan medis. Pertanyaan itu menjadi pintu masuk untuk mengukur sejauh mana kedisiplinan tenaga medis dijalankan di lapangan.
Situasi ini dinilai menjadi catatan serius bagi manajemen RSUD K.H. Daud Arif, khususnya Dewas yang memiliki fungsi strategis dalam pengawasan operasional rumah sakit.
Lemahnya pengawasan diduga berdampak langsung pada ketimpangan beban kerja, di mana dokter kontrak dan Interenship harus menanggung beban lebih besar akibat kekosongan tenaga medis di waktu tertentu.
Sebanyak 24 dokter Interenship yang bertugas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat disebut telah menyampaikan langsung kondisi tersebut dalam forum diskusi bersama Kemenkes RI.
Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan RI, Gubernur Jambi, Bupati Tanjung Jabung Barat, serta para tenaga medis Interenship dari RSUD Daud Arif dan sejumlah puskesmas di Tanjab Barat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dewas RSUD K.H. Daud Arif belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan yang dialamatkan kepada mereka.
Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan manajemen rumah sakit pun dinilai menjadi langkah mendesak guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Menteri Kesehatan RI dan Dokter Interenship






