Foto Kepala Dinas Tenaga Kerja Tanjab Barat
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa geliat investasi dan aktivitas perusahaan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pesan tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat hadir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia menekankan, pertumbuhan investasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Tanjab Barat perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal. Terlebih, keberadaan investasi di daerah semestinya mampu menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain penyerapan tenaga kerja, Wamenaker juga mendorong pemerintah daerah dan dunia usaha untuk meningkatkan keterampilan SDM lokal agar mampu memenuhi kebutuhan industri.
Penguatan kompetensi tersebut dinilai penting agar masyarakat Tanjab Barat tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya investasi, tetapi mampu mengisi posisi strategis yang selama ini membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu.
Afriansyah Noor juga menyoroti keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di sejumlah perusahaan di Tanjab Barat.
Ia meminta perusahaan yang mempekerjakan TKA memastikan seluruh administrasi dan pelaporan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Keberadaan TKA juga diharapkan benar-benar ditempatkan pada posisi yang membutuhkan keahlian khusus.
Sementara untuk pekerjaan yang dapat dilakukan oleh tenaga kerja dalam negeri, perusahaan diminta lebih memprioritaskan SDM lokal.
Tak hanya itu, keberadaan TKA juga diharapkan dapat menjadi bagian dari proses transfer keahlian dan pengetahuan kepada tenaga kerja Indonesia. Dengan demikian, dalam jangka panjang, semakin banyak posisi yang dapat diisi oleh tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Wamenaker turut mendorong pemerintah daerah untuk mulai melihat peluang green job atau lapangan kerja hijau sebagai salah satu sektor yang dapat dikembangkan untuk membuka kesempatan kerja baru sekaligus menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjung Jabung Barat Dedy Ardiansyah, S.E., M.M., menegaskan bahwa pesan yang disampaikan Wamenaker akan menjadi perhatian dan prioritas pemerintah daerah.
Disnaker Tanjab Barat menyatakan akan melakukan langkah jemput bola, terutama dalam upaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja lokal agar semakin siap bersaing dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sementara terkait keberadaan tenaga kerja asing, Disnaker menyebut Tanjab Barat menjadi salah satu daerah dengan jumlah TKA terbesar di Provinsi Jambi.
Bahkan, berdasarkan data yang disampaikan Disnaker Tanjab Barat, sekitar 50 persen TKA yang ada di Provinsi Jambi berada di wilayah Tanjung Jabung Barat.
“Memang kuota terbesar se-Provinsi Jambi ada di Tanjung Jabung Barat, sekitar 50 persen. Dan mereka setiap tahunnya juga melakukan laporan ke Disnaker Tanjab Barat terkait tenaga kerja asing,” ujar Kepala Disnaker Tanjab Barat.
Pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas TKA di wilayah Tanjab Barat, sekaligus memastikan perusahaan menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan.
Dengan tingginya aktivitas investasi dan keberadaan TKA, tantangan bagi pemerintah daerah ke depan bukan hanya memastikan investasi tetap berjalan, tetapi juga bagaimana menciptakan keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dengan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
Kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan dinilai menjadi kunci agar masyarakat Tanjab Barat mendapatkan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi.
Pesannya jelas: investasi boleh tumbuh, perusahaan boleh berkembang, tetapi tenaga kerja lokal tidak boleh hanya menjadi penonton.
Peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja dan transfer keahlian harus menjadi bagian dari keberadaan investasi di Tanjab Barat.
Sebab, keberhasilan investasi bukan hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar investasi tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kompetensi SDM dan mengangkat kesejahteraan masyarakat daerah. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






