Foto Menggunakan Ilustrasi
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 6,2 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Besarnya anggaran tersebut mendapat perhatian dari Komisi I DPRD Tanjung Jabung Barat. Ketua Komisi I DPRD, H. Assek, mengingatkan agar pelaksanaan program tidak hanya berjalan sesuai prosedur, tetapi juga menghasilkan seragam yang berkualitas dan sebanding dengan nilai anggaran yang dikeluarkan.
“Anggaran yang cukup besar ini harus menghasilkan seragam yang benar-benar berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Program ini menyangkut kepentingan pendidikan anak-anak kita, sehingga kualitasnya harus menjadi prioritas,” tegas H. Assek.
Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Seragam Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Barat, Topan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi seluruh siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Ia mengatakan, penyaluran bantuan dijadwalkan mulai dilakukan pada Agustus 2026.
“Bantuan ini diberikan kepada siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP. Penyalurannya direncanakan pada bulan Agustus mendatang,” ujar Topan.
Menurutnya, paket bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pakaian seragam, tetapi juga dilengkapi atribut sekolah seperti topi, dasi, dan ikat pinggang. Adapun jenis seragam yang disiapkan meliputi seragam merah putih untuk SD, putih biru untuk SMP, serta seragam Pramuka.
Topan juga mengungkapkan bahwa proses pengadaan dilakukan melalui e-purchasing menggunakan katalog elektronik (e-katalog). Pekerjaan tersebut dimenangkan oleh PT Bima Sakti, perusahaan yang berdomisili di Provinsi Jambi.
Ia menyebutkan, bahan yang digunakan untuk pembuatan seragam adalah jenis Amerika Drill dan Hotspot, sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan.
“Pengadaan dilakukan melalui e-purchasing di katalog elektronik sehingga proses pemilihan penyedia dapat dilakukan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan secara lebih efektif dan transparan,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan per 17 Juli 2026, jumlah sementara calon penerima bantuan mencapai 8.890 siswa, terdiri dari 5.737 siswa SD dan 3.153 siswa SMP. Data tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, PT Bima Sakti belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan pekerjaan pengadaan seragam sekolah gratis tersebut meski telah diupayakan konfirmasi oleh tim redaksi. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






