Foto Aktivitas Penyelematan Oleh Polisi Perairan
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Malam itu begitu sunyi. Angin laut berhembus pelan menyapu perairan Kuala Tungkal, sementara jarum jam menunjuk pukul 02.00 WIB, Sabtu (28/02/2026). Saat sebagian besar warga terlelap dalam tidur, di sebuah sudut Puskesmas Tungkal V, harapan seorang pemuda nyaris meredup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rahmadi (25), warga Pulau Ruku, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, terbaring menahan sakit luar biasa. Usus buntunya telah membengkak. Setiap detik menjadi pertaruhan. Tenaga medis tahu, jika terlambat ditangani, risiko pecahnya usus bisa mengancam nyawanya.
Namun malam itu, tak ada armada yang tersedia untuk merujuk pasien darurat.
Dengan penuh kecemasan, Ns. Muhammad Rivaldi, S.Kep dari Puskesmas Tungkal V menghubungi aparat kepolisian perairan. Di tengah keterbatasan, satu-satunya harapan tertuju pada mereka yang biasa berjaga di lautan—personel KP.TAKA-3010 dari Korpolairud Baharkam Polri bersama Satpolairud Polres Tanjung Jabung Barat.
Tak ada keraguan. Tak ada kata menunggu.
IPTU Ragel Wira Agung Pradhana, S.T., Komandan KP.TAKA-3010, langsung menggerakkan timnya. Meski lelah usai menjalankan tugas seharian, panggilan kemanusiaan jauh lebih kuat.
“Setelah menerima informasi dari puskesmas, kami tidak berpikir panjang. Nyawa masyarakat adalah prioritas utama,” ujarnya tegas.
Pukul 02.30 WIB, di bawah langit gelap tanpa gemerlap cahaya, rubber boat meluncur dari Dermaga Gudang Alloe menuju Puskesmas Tungkal V. Ombak malam bukan halangan.
Air laut yang coklat pekat tak menyurutkan tekad. Di atas perahu kecil itu, tiga personel—dua dari KP.TAKA-3010 dan satu dari Satpolairud Polres Tanjab Barat—membawa satu misi: menyelamatkan nyawa.
Sekitar pukul 03.20 WIB, mereka tiba di dermaga Puskesmas. Dengan hati-hati dan penuh empati, Rahmadi dipindahkan ke perahu.
Di tengah dinginnya angin laut, aparat kepolisian itu bukan hanya menjalankan tugas, tetapi menjadi pelindung dalam arti yang sesungguhnya.
Perjalanan kembali terasa begitu panjang. Setiap menit seakan berharga.
Akhirnya pukul 04.00 WIB, mereka tiba di Dermaga Gudang Alloe. Tanpa membuang waktu, Rahmadi langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Daud Arif untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.
Malam yang semula gelap berubah menjadi saksi cahaya kemanusiaan.
Aksi sigap ini bukan sekadar prosedur tugas. Ia adalah wujud nyata bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai penjaga kehidupan. Di saat masyarakat berada di titik paling rapuh, mereka datang—menembus gelap, melawan lelah, dan menyalakan harapan.
Di tengah sunyinya dini hari Kuala Tungkal, keberanian dan kepedulian itu membuktikan satu hal: ketika harapan hampir padam, selalu ada tangan yang terulur. Dan malam itu, tangan itu adalah milik polisi. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Kapten Kapal KP.TAKA - 3010






