Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

admin

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Peninjauan Lapangan Dandim Bersama KOREM 042/Gapu

kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meningkat selama musim kemarau, Kodim 0419/Tanjung Jabung memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu mesin pompa air untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran hutan.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dansubsatgas Karhutla Tanjung Jabung Barat, Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han. mengatakan dua unit mobil pemadam ditempatkan di Kodim 0419/Tanjab, sedangkan satu mesin pompa air disiagakan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

Selain kesiapan sarana, Kodim 0419/Tanjab juga telah mengerahkan personel di 24 pos siaga Karhutla yang tersebar di dua kabupaten tersebut.

 

Sebanyak 15 pos berada di Tanjung Jabung Barat dan 9 pos di Tanjung Jabung Timur, dengan melibatkan unsur BPBD serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) milik perusahaan.

 

“Sebanyak 15 pos di Tanjab Barat dan 9 pos di Tanjab Timur. Kami bersinergi dengan BPBD, sementara perusahaan juga memiliki Regu Pemadam Kebakaran (RPK) masing-masing,” ujar Zulhiadi, Minggu (26/7/2026).

 

Ia menegaskan, upaya pencegahan terus dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat desa yang dilaksanakan oleh jajaran Koramil di wilayah masing-masing.

 

“Untuk pencegahan, kami terus berkoordinasi dengan BPBD, Manggala Agni, dan Polri. Apabila ada titik api, kami bergerak cepat untuk melakukan penanganan,” tegasnya.

 

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat hingga saat ini telah terjadi 56 kejadian Karhutla yang tersebar di sejumlah kecamatan.

 

Plt Kepala BPBD Tanjung Jabung Barat, Samsuhadi, mengungkapkan bahwa Kecamatan Batang Asam menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 37 kasus, disusul Kecamatan Renah Mendaluh sebanyak 16 kejadian.

 

Selain itu, Kecamatan Merlung tercatat mengalami 2 kejadian, sedangkan Kecamatan Senyerang mengalami 1 kejadian.

 

“Saat ini jumlah kejadian Karhutla mencapai 56 kejadian,” kata Samsuhadi.

Menurutnya, penanganan Karhutla terus dilakukan secara terpadu melalui koordinasi antara BPBD, TNI, Polri, perusahaan, hingga masyarakat guna mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.

 

Di sisi lain, BPBD juga mencatat sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat 389 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di berbagai wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selama periode tersebut, luas lahan yang terdampak hotspot maupun kejadian Karhutla mencapai sekitar 40,5 hektare.

 

Dengan meningkatnya jumlah hotspot dan kejadian kebakaran, pemerintah bersama TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga kebakaran dapat ditangani sedini mungkin. (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com

Berita Terkait

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.
Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.
Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.
Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.
Ratusan Warga Geruduk Polda Jambi, Desak Dugaan Korupsi Dana Kompensasi Rp8,9 Miliar dan Penjualan Lahan Desa Diusut.
Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.
Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan: Fogging Dilakukan Berdasarkan Permohonan dan Kesepakatan Warga.
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:32 WIB

Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WIB

Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:44 WIB

Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan: Fogging Dilakukan Berdasarkan Permohonan dan Kesepakatan Warga.

Berita Terbaru