Baru Rampung Dikerjakan Proyek Jalan Anggaran DAU, di Bram Itam Kiri Sudah Mengalami Kerusakan.

admin

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Proyek Jalan Anggaran DAU 2026

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat Proyek pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Bram Itam Kiri, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai sorotan masyarakat.

Pasalnya, proyek yang baru saja selesai dikerjakan tersebut terpantau oleh awak media telah mengalami kerusakan pada sejumlah titik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (13/6/2026), jalan rabat beton yang berlokasi di RT 11 Kelurahan Bram Itam Kiri terlihat mengalami retakan memanjang di beberapa bagian konstruksi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait kualitas pelaksanaan pekerjaan yang dinilai belum mampu bertahan meski baru selesai dibangun.

Sejumlah warga mengaku kecewa terhadap hasil pembangunan tersebut. Mereka menilai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.

“Baru selesai dikerjakan sudah terlihat retak. Tentu masyarakat mempertanyakan mutu pekerjaannya. Harusnya dengan sistem swakelola kualitas pekerjaan bisa lebih baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, pekerjaan jalan rabat beton tersebut disebut-sebut dilaksanakan oleh Ketua Karang Taruna setempat yang ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan.

Warga juga menyoroti penentuan lokasi pembangunan yang dinilai kurang tepat sasaran. Menurut mereka, masih terdapat sejumlah ruas jalan lingkungan lain yang kondisinya lebih rusak dan membutuhkan penanganan segera.

“Masih banyak jalan lingkungan yang rusak dan seharusnya menjadi prioritas pembangunan. Sementara lokasi yang dibangun saat ini hanya melayani beberapa rumah saja,” ungkap warga lainnya.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Lurah Bram Itam Kiri, Ibrahim, menegaskan bahwa pembangunan jalan rabat beton di RT 11 telah melalui mekanisme musyawarah dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu telah dilakukan musyawarah bersama masyarakat terkait pembangunan jalan rabat beton tersebut,” kata Ibrahim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Terkait anggapan bahwa pembangunan dilakukan di kawasan yang masih minim hunian, Ibrahim menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan tahun sebelumnya dan lokasi yang dimaksud bukan hanya milik satu orang.

“Pembangunan ini merupakan proyek lanjutan. Lahan kosong yang berada di sekitar lokasi sudah memiliki pemilik masing-masing, bukan hanya dimiliki oleh satu pihak,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu pertimbangan utama pembangunan jalan tersebut adalah untuk mendukung akses pendidikan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju sekolah.

“Jalan itu merupakan rute terdekat yang digunakan anak-anak menuju sekolah. Sebelumnya kondisi jalan rusak dan sering tergenang air, sehingga pembangunan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas mereka,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Ketua Karang Taruna yang disebut sebagai pelaksana kegiatan, Darmi, belum berhasil dimintai keterangan terkait kondisi jalan yang mengalami keretakan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon belum memperoleh tanggapan.

Akibatnya, penyebab munculnya retakan pada proyek DAU 2026 yang baru selesai dikerjakan tersebut masih belum diketahui secara pasti dan menunggu penjelasan dari pihak pelaksana pekerjaan. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com

Berita Terkait

87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.
Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.
Resmi Dibuka, Mess Kodim 0419/Tanjab Jadi Fasilitas Singgah Nyaman bagi Prajurit.
Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.
Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”
Tokoh Masyarakat Batang Asam Apresiasi Kinerja Hamdani, Nilai Aspirasi Warga Terus Diperjuangkan.
Bakti Sosial Penuh Kepedulian, Tzu Chi Sinar Mas Fasilitasi Operasi Katarak bagi 209 Pasien di Jambi.
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:10 WIB

HUT Ke-61 Tanjab Barat: Pembangunan Harus Hadir dalam Kehidupan Rakyat, Bukan Hanya Terlihat di Atas Kertas.

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:13 WIB

Hamdani Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Agama Lewat Pembangunan Infrastruktur.

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:13 WIB

Infrastruktur Hingga Dunia Pendidikan, Warga Sampaikan di Reses III Hamdani.

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:28 WIB

Aktifkan Kembali Taman Wisata Desa Teluk Pengkah, Satria Tubagus Ryan Harap Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat.

Senin, 27 April 2026 - 10:46 WIB

DPC PDI-Perjuangan Tanjab Barat Muscab, Ketua DPD Jambi : Seluruh Kader Harus Solid.

Senin, 6 April 2026 - 21:33 WIB

Muscab VI PKB Tanjab Barat Sukses Digelar, Tiga Nama Muncul sebagai Kandidat Ketua.

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:05 WIB

Arah Baru DPD Golkar Tanjabbar, Sufrayogi Resmi Terpilih Secara Aklamasi di Musda XI.

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:14 WIB

Konflik PAW Kades Teluk Ketapang Memanas, Kuasa Hukum Rika Siap Ajukan ke Mendagri dan PTUN.

Berita Terbaru