Foto Dialog Disnaker Bersama WKS
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat –Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus memperkuat pengawasan terhadap penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) sekaligus memastikan peluang kerja bagi masyarakat lokal tetap menjadi prioritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap kewajiban penggunaan TKA serta penempatan Tenaga Kerja Lokal (TKL) di PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (PT LPPPI) dan PT Wirakarya Sakti (PT WKS), Kecamatan Tebing Tinggi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dedy Ardiansyah, SE., MM, bersama tim Disnaker.
Dalam monitoring tersebut, tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap legalitas dokumen perizinan TKA, kepatuhan administrasi perusahaan, hingga implementasi program alih teknologi dan keahlian (transfer of knowledge) kepada tenaga kerja pendamping lokal.
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan keberadaan TKA benar-benar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, hanya mengisi posisi yang membutuhkan keahlian khusus, serta tidak mengurangi kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
“Kami ingin memastikan seluruh penggunaan tenaga kerja asing telah memenuhi ketentuan yang berlaku, sekaligus mendorong perusahaan agar terus memberikan ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal untuk berkembang dan meningkatkan kompetensinya,” ujar Dedy Ardiansyah.
Selain melakukan evaluasi terhadap aspek perizinan, Disnaker juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menyelaraskan program pelatihan kerja dengan kebutuhan riil dunia industri.
Menurut Dedy, sinkronisasi antara kurikulum pelatihan yang diselenggarakan pemerintah daerah dengan standar kompetensi yang dibutuhkan PT LPPPI maupun PT WKS menjadi langkah strategis dalam menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing.
Ia menegaskan, konsep link and match antara dunia pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri harus terus diperkuat agar lulusan pelatihan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan demikian, tenaga kerja lokal Tanjung Jabung Barat diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi, siap memasuki dunia kerja, dan dapat terserap secara optimal di sektor industri yang berkembang di daerah.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menegaskan komitmennya untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat, memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan, sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






