Foto Penyerahan Hadiah Oleh Bupati dan Kepala Dinas Perhubungan Tanjab Barat
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat — Deretan becak melaju di tengah semarak merah putih pada Kamis (13/8/2026). Namun, perlombaan yang digelar di halaman Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat itu bukan sekadar adu cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik kayuhan para pengayuh becak, tersimpan cerita tentang kendaraan yang pernah menjadi bagian penting dari denyut kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Suasana halaman Rumah Dinas Bupati pun berubah menjadi lautan kegembiraan. Tawa, sorak, dan tepuk tangan masyarakat pecah mengiringi Lomba Balap Becak Hias yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-61.
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan tahun ini. Seluruh peserta tampil seragam mengenakan kaos merah putih yang telah disiapkan panitia.
Bukan hanya menambah semarak suasana, warna merah putih tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan persatuan. Di atas kendaraan sederhana yang menjadi bagian dari sejarah daerah, semangat kemerdekaan kembali dirayakan bersama.
Kepala Dinas Perhubungan Tanjung Jabung Barat, Agus Sumantri, S.H.I., M.H., mengatakan lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari siapa yang paling cepat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga eksistensi becak sebagai bagian dari sejarah transportasi masyarakat Tanjung Jabung Barat.
“Kami ingin memupuk semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga melalui lomba ini. Kegiatan ini juga mengingatkan kita akan sejarah becak yang dulunya menjadi kendaraan utama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ujar Agus.
Bagi sebagian masyarakat, becak mungkin kini tidak lagi menjadi moda transportasi utama. Namun, keberadaannya menyimpan banyak cerita.
Ada kisah para pengayuh yang menggantungkan hidup dari kayuhan demi kayuhan. Ada cerita tentang warga yang diantar dari satu tempat ke tempat lain. Dan ada pula kenangan tentang perjalanan Tanjung Jabung Barat dari masa ke masa.
Karena itu, pemerintah daerah berharap becak tidak hanya menjadi bagian dari nostalgia, tetapi tetap eksis sebagai salah satu identitas daerah.
Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., turut memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian becak di daerah tersebut.
“Teruslah eksis dan lestarikan becak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini. Saat melaksanakan lomba, jagalah kekompakan, keamanan, dan keselamatan,” pesan Anwar Sadat.
Menariknya, hadiah tidak hanya disiapkan bagi para peserta lomba. Masyarakat yang hadir menyaksikan kegiatan pun mendapat kesempatan membawa pulang hadiah.
Sorak-sorai spontan pecah setiap kali nama penonton dipanggil untuk menerima hadiah. Wajah bahagia terlihat di tengah kerumunan, menciptakan suasana yang membuat lomba becak hias terasa seperti pesta rakyat.
Konsep tersebut sekaligus memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Masyarakat tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi ikut merasakan kemeriahan dan kebahagiaan yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
Dukungan berbagai pihak turut membuat
kegiatan semakin semarak. Salah satunya Kopi Paman yang ikut berkontribusi dalam memeriahkan agenda tersebut.
Lomba Balap Becak Hias secara resmi dibuka oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H.
Turut hadir Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, unsur Forkopimda, para Pejabat Tinggi Pratama, Camat Tungkal Ilir, Ketua GOW, Ketua DWP, serta masyarakat yang sejak awal antusias memadati lokasi kegiatan.
Pada akhirnya, lomba tersebut meninggalkan makna yang lebih besar dari sekadar kemenangan dan hadiah.
Di tengah hiruk-pikuk perayaan kemerdekaan, becak kembali menjadi pusat perhatian. Para pengayuh yang sehari-hari mungkin jarang mendapat sorotan, hari itu mendapat ruang untuk tampil, berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus merasakan langsung perhatian pemerintah dan masyarakat.
Becak memang bergerak dengan kayuhan yang tak secepat kendaraan modern. Namun pada hari itu, di bawah kibaran merah putih, becak kembali membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: kenangan, kebersamaan, penghargaan, dan kebanggaan menjadi bagian dari Tanjung Jabung Barat. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






