Foto Kades Desa Taman Raja Yang Lagi Memarahi Awak Media
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Upaya membantu seorang anak yatim di Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, justru memunculkan polemik. Seorang awak media yang terlibat dalam pemberitaan kasus tersebut mengaku mendapat perlakuan kasar dari Kepala Desa (Kades) setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini bermula dari pemberitaan mengenai kondisi seorang anak yatim di Desa Taman Raja yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan tempat tinggal yang layak. Informasi tersebut kemudian viral di berbagai platform media dan memantik simpati luas dari masyarakat.
Sejumlah pihak pun bergerak cepat menyalurkan bantuan. Namun di tengah gelombang empati publik itu, awak media yang mengangkat persoalan tersebut justru mengaku mengalami tekanan saat berada di lokasi sesuatu kegiatan.
Terlihat dari video yang beredar, kades Desa Taman Raja mawardi sedang memarahi awak media dan perwakilan pihak sekolah yang melakukan kunjungan kerumah anak yatim tersebut.
Salah seorang awak media yang memberitakan anak yatim tersebut Mislyandra menuturkan, dirinya dimarahi oleh Kades setempat dengan nada tinggi ketika mencoba menyampaikan maksud kedatangannya yang bertujuan membantu mendorong perhatian publik terhadap nasib anak yatim tersebut.
“Saya selaku awak media merasa tersudutkan. Dia marah-marah di depan saya, padahal niat saya hanya ingin agar anak yatim itu dibantu dan mendapatkan rumah yang layak,” ujarnya.
Meski mendapatkan kata-kata yang dinilai tidak pantas, awak media tersebut mengaku tidak ingin memperbesar persoalan. Baginya, tugas seorang jurnalis adalah menyampaikan fakta dan mendorong kepedulian sosial, meskipun sering kali menghadapi berbagai hambatan di lapangan.
“Saya bahkan tidak mempermasalahkan kalau sampai dipukul sekalipun. Kami sebagai awak media hanya ingin berbuat baik agar ada perhatian terhadap anak yatim tersebut,” katanya.
Ia juga membantah tudingan Kades yang menyebut dirinya tidak melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa sebelum melakukan peliputan.
Menurutnya, pemberitaan yang dibuat tidak sedikit pun bertujuan menyudutkan pemerintah desa. Justru, informasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kepedulian publik agar anak yatim tersebut segera mendapatkan bantuan.
“Dibilang saya tidak koordinasi dengan desa. Tapi menurut saya ini bagian dari tugas awak media. Dalam pemberitaan maupun video yang saya buat juga tidak ada sedikit pun menyudutkan atau menyindir pemerintah,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Taman Raja belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan perlakuan kasar terhadap awak media tersebut.
Masyarakat berharap polemik ini tidak mengalihkan perhatian dari persoalan utama, yakni nasib anak yatim yang membutuhkan bantuan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan tetap mengalir agar anak tersebut dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Awak Media






