Dinding Papan Rapuh Lindungi Dua Yatim Piatu: Tangis Sunyi Rodi dan Nikita di Ujung Harapan.

admin

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Rumah Dua Yatim Piatu di Tanjung Jabung Barat.

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Di sudut sunyi Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, berdiri sebuah rumah sederhana berdinding papan yang kini lebih mirip puing kenangan daripada tempat berteduh.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sanalah Rodi dan adiknya, Nikita Azwa, dua anak yatim piatu, bertahan hidup dalam diam—menyimpan luka yang tak lagi bisa mereka ceritakan kepada siapa pun.

Sejak kedua orang tua mereka menghadap Ilahi, dunia Rodi dan Nikita berubah seketika. Tak ada lagi pelukan penguat saat malam terasa dingin.

 

Tak ada lagi suara lembut yang menenangkan ketika hujan turun deras menghantam atap seng yang mulai berkarat. Kini, hanya suara angin yang berdesir melewati celah-celah dinding papan rapuh yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka.

 

Cobaan itu belum usai. Beberapa waktu lalu, angin kencang menerjang Desa Taman Raja. Sebatang pohon sawit tumbang dan menghantam bagian dapur rumah mereka. Sejak hari itu, dapur—tempat sederhana yang dulu menjadi ruang hangat kebersamaan—berubah menjadi puing yang menganga.

 

“Angin kencang waktu itu membawa batang sawit yang menimpa bagian dapur rumah kami. Sejak saat itu, kondisi rumah kami semakin parah. Kami tidak punya biaya untuk memperbaikinya,” tutur Rodi lirih, Sabtu (28/2), dengan mata yang berusaha tegar meski menyimpan kepedihan mendalam.

 

Dinding yang lapuk, lantai yang mulai rapuh, serta dapur yang hancur membuat rumah itu tak lagi sekadar tak layak huni—ia menjadi ancaman nyata bagi keselamatan dua bersaudara ini.

 

Setiap hujan turun, kekhawatiran ikut mengguyur. Setiap angin berembus, rasa takut menyelinap dalam dada.

Rodi, yang kini memikul peran sebagai kakak sekaligus tulang punggung keluarga, berjuang sekuat tenaga agar adiknya tetap bisa tersenyum.

 

Di usia yang seharusnya diisi tawa dan cita-cita, ia justru dipaksa berdamai dengan kerasnya kenyataan. Sementara Nikita, dengan polosnya, hanya bisa berharap rumah mereka tak benar-benar roboh sebelum bantuan datang.

 

Informasi yang di dapat awak media mereka tinggal di tanah orang, dimana sang pemilik tidak minta sewa, pohon sawit yang ada di sekitar rumah mereka boleh diambil untuk keperluan makan sehari – hari mereka.

 

Kisah mereka menyayat hati warga sekitar. Simpati dan doa mengalir, namun keterbatasan membuat tangan-tangan itu belum mampu mengubah keadaan secara nyata.

 

Harapan kini tertuju pada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Perumahan, serta para wakil rakyat yang mewakili wilayah tersebut, agar segera hadir membawa solusi.

 

Bantuan perbaikan rumah, dukungan kesejahteraan, serta perhatian nyata sangat dinantikan. Sebab yang dibutuhkan Rodi dan Nikita bukan sekadar papan dan paku, melainkan rasa aman, kepastian, dan kesempatan untuk kembali menjalani masa kecil sebagaimana mestinya.

 

Di balik dinding papan yang hampir runtuh itu, dua hati kecil masih menyalakan harapan. Rodi dan Nikita Azwa percaya, di tengah gelapnya ujian hidup, akan ada tangan-tangan baik yang datang mengetuk pintu rumah mereka—membawa cahaya, dan mengembalikan senyum yang sempat pudar. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Masyarakat

Berita Terkait

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.
Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.
87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.
Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.
Resmi Dibuka, Mess Kodim 0419/Tanjab Jadi Fasilitas Singgah Nyaman bagi Prajurit.
Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.
Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 10:33 WIB

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.

Jumat, 18 September 2026 - 09:54 WIB

Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.

Kamis, 17 September 2026 - 14:07 WIB

87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.

Kamis, 17 September 2026 - 13:07 WIB

Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.

Rabu, 16 September 2026 - 16:36 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.

Selasa, 15 September 2026 - 14:36 WIB

Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Tokoh Masyarakat Batang Asam Apresiasi Kinerja Hamdani, Nilai Aspirasi Warga Terus Diperjuangkan.

Berita Terbaru