Peserta Warga Binaan Yang Lagi Khidmat Ikuti Lomba Adzan.
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Semarak Ramadhan terasa begitu kuat di Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di balik tembok pembinaan itu, lantunan adzan menggema khidmat, menghadirkan suasana religius yang menyentuh hati dalam perlombaan bertema “Lantunan Suara Emas Menembus Langit di Bulan Suci Ramadhan”, Senin (02/03).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal ini diikuti 16 warga binaan, masing-masing perwakilan dari setiap blok hunian. Satu per satu peserta tampil penuh percaya diri, melantunkan adzan dengan suara terbaik dan penghayatan mendalam.
Nuansa Ramadhan semakin terasa saat gema takbir dan seruan shalat memenuhi ruang ibadah, menciptakan suasana syahdu di lingkungan lapas.
Perlombaan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, didampingi Kasi Binadik dan Giatja Ali Sodikin serta Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Titi Dwijayati.
Hadir pula para peserta magang yang tengah menjalani praktik kerja lapangan, turut menyaksikan jalannya kegiatan yang sarat makna spiritual tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas menegaskan bahwa lomba adzan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang difokuskan pada penguatan nilai-nilai keagamaan warga binaan, khususnya di bulan suci Ramadan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkuat keimanan. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT,” ujarnya.
Tiga orang penyuluh dari Kementerian Agama Tanjung Jabung Barat bertindak sebagai dewan hakim. Penilaian dilakukan secara objektif dengan memperhatikan aspek tajwid, makhraj, irama, adab, serta penghayatan dalam melantunkan adzan.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang perlombaan. Dukungan dari sesama warga binaan menambah semangat kompetisi yang tetap berjalan tertib dan kondusif. Lomba adzan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 2 hingga 3 Maret 2026.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi cermin harapan. Di bulan penuh ampunan, gema adzan yang berkumandang di Lapas Kuala Tungkal bukan hanya seruan menuju shalat, tetapi juga simbol perjalanan memperbaiki diri.
Diharapkan, nilai-nilai spiritual yang tumbuh selama Ramadan mampu menjadi bekal bagi para warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan berdaya. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Kalapas Kelas IIB Kuala Tungkal






