Himbauan DPRD Diabaikan, Pelantikan PAW Kades Tetap Digelar.

admin

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Hanya Ilustrasi 

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Efektivitas dan transparansi Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, hasil rapat yang membahas persoalan krusial di tingkat desa dinilai belum memberikan kejelasan maupun tindak lanjut yang dapat diakses masyarakat. Jumat (20/02/2026)

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan mencuat pada proses Pemberhentian dan Pengangkatan (PAW) Kepala Desa di sejumlah wilayah, termasuk di Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Tungkal Ilir. Berdasarkan data yang dihimpun, Surat Keputusan (SK) pemberhentian kepala desa telah diterbitkan sejak November 2023. Namun, pelaksanaan PAW baru dilakukan pada Desember 2025.

 

Rentang waktu tersebut dinilai melampaui batas maksimal enam bulan sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 65 Tahun 2017, Perda Nomor 6 Tahun 2023, serta Perbup Nomor 23 Tahun 2015. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

 

Ironisnya, hingga kini hasil maupun rekomendasi resmi dari RDP yang membahas persoalan tersebut belum diketahui secara luas oleh publik.

 

Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, SE, saat dimintai keterangan menyatakan bahwa dirinya bukan pihak yang menandatangani surat RDP tersebut. Terkait pelantikan PAW yang telah dilaksanakan, ia menjelaskan bahwa DPRD telah mempertanyakan hal itu kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

 

Menurut penjelasan Dinas PMD, hingga saat ini belum terdapat penegasan resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai aturan yang menjadi rujukan dalam pelaksanaan PAW tersebut.

 

Meski belum ada penegasan dari pusat, pelantikan PAW kepala desa terpilih tetap dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

 

Padahal sebelumnya, proses tersebut sempat ditunda dengan alasan menunggu kejelasan regulasi dari Kemendagri.

 

Menanggapi polemik tersebut, Hamdani menilai pemerintah daerah tentu memiliki dasar hukum yang kuat atas pelantikan yang telah dilakukan.

 

“Pandangan saya, kalau pemda dalam hal ini Bupati sudah melantik PAW kades yang baru ini kemarin, berarti mereka sudah ada argumen dengan aturan yang kuat untuk melakukan pelantikan tersebut. Kalau ada pihak-pihak yang kurang puas, silakan tempuh jalur hukum,” tegasnya.

 

Sementara itu, sebelumnya Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H. Assek, pada Kamis (05/02/2026), menyarankan agar Pemerintah Kabupaten segera bersurat secara resmi kepada Kemendagri guna meminta penegasan aturan.

 

“Dari hasil pertemuan kita kemarin, kita dari Komisi I menyarankan agar Pemerintah Daerah dapat segera bersurat ke Kemendagri agar mendapat penegasan,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

 

Tak hanya itu, Komisi I juga sempat menghimbau agar pelantikan ditunda sementara hingga ada balasan resmi dari Kemendagri.

 

“Sebelum adanya penegasan atau surat balasan dari Kemendagri, kita menghimbau kepada Pemkab untuk sementara jangan diadakan pelantikan terlebih dahulu,” tegas H. Assek.

 

Persoalan ini pun mempertegas sorotan publik terhadap fungsi pengawasan DPRD, khususnya Komisi I. Sejumlah pihak menilai himbauan yang telah disampaikan terkesan tidak diindahkan oleh Pemerintah Daerah. Kondisi tersebut memunculkan persepsi bahwa mekanisme check and balance antara legislatif dan eksekutif di Tanjung Jabung Barat belum berjalan optimal.

 

Kini, masyarakat menanti kejelasan dan transparansi lebih lanjut, agar polemik PAW kepala desa ini tidak semakin memperlebar jarak kepercayaan antara pemerintah dan warga. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Ketua DPRD Tanjab Barat

Berita Terkait

Kabut Asap Memburuk, Disdik Tanjab Barat Liburkan Sekolah Tatap Muka Selama Empat Hari, Pembelajaran Beralih Daring.
Hadapi Karhutla dan Kemarau Panjang, Pemkab Tanjab Barat Gelar Sholat Istisqo, Ikhtiar Bersama Memohon Turunnya Hujan.
Ranperda Perubahan APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Tanjab Barat Tekankan Anggaran Harus Cepat Dirasakan Masyarakat.
Bupati Turun Langsung Bagikan Masker, Dinkes Pastikan Kualitas Udara Kuala Tungkal Masih Aman.
Dinas Perkim Respon Cepat Tindak Lanjuti Keluhan Tiang Listrik Batang Pinang, Tim Dijadwalkan Turun ke Lokasi.
Bertabur Hadiah, Lomba Balap Becak Tanjab Barat Bikin Pengayuh Becak Merasa Diperhatikan.
Disnaker Tanjab Barat Siap Jemput Bola, Kawal Pesan Prioritas Wamenaker Ri.
Seragam Sekolah Gratis Senilai Rp. 6,2 Miliar, Komisi I DPRD Tanjab Barat Ingatkan Jaga Kualitas.
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 10:33 WIB

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.

Jumat, 18 September 2026 - 09:54 WIB

Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.

Kamis, 17 September 2026 - 14:07 WIB

87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.

Kamis, 17 September 2026 - 13:07 WIB

Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.

Rabu, 16 September 2026 - 16:36 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.

Selasa, 15 September 2026 - 14:36 WIB

Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Tokoh Masyarakat Batang Asam Apresiasi Kinerja Hamdani, Nilai Aspirasi Warga Terus Diperjuangkan.

Berita Terbaru