Ketika Dewan Berpesta Membuat Kue Eskalator, Rakyat Berpikir Mencari Pekerjaan.

admin

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Dewan Berpesta Membuat Kue Eskalator, Rakyat Berpikir Mencari Pekerjaan.

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Usulan pembangunan eskalator di Gedung DPRD Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) telah menjadi bola api yang membakar kepercayaan masyarakat. Alih-alih fokus pada penciptaan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan masyarakat, para wakil rakyat justru dituding lebih mementingkan fasilitas mewah yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat.

Polemik ini bermula dari pernyataan seorang Wakil Ketua DPRD Tanjab Barat, yang langsung memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menilai usulan tersebut bukan hanya tidak bermanfaat, tetapi juga mengabaikan kesulitan ekonomi yang tengah membelit warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tengah sulitnya mencari nafkah, usulan eskalator ini sungguh ironis dan tidak masuk akal,” ujar seorang warga dengan nada geram. “Kami membutuhkan solusi nyata untuk mengatasi pengangguran, bukan fasilitas mewah yang hanya akan dinikmati segelintir orang. Lebih baik dana tersebut dialokasikan untuk program penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.”

Kritik pedas ini bukan tanpa alasan. Diketahui bahwa tingkat pengangguran di Tanjab Barat masih menjadi momok yang menakutkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran di Tanjung Jabung Barat dari 2.95% tahun 2024 naik menjadi 3.20%. hal ini menjadi PR penting bagi Pemerintah Daerah.

Dengan banyak pemuda dan masyarakat usia produktif yang kesulitan mendapatkan pekerjaan layak. Sebagai contoh, banyak putra -putri yang lulusan sekola dan kuliah di kabupaten tanjung jabung barat terpaksa merantau ke kota besar atau bahkan menjadi buruh serabutan karena minimnya lapangan kerja di daerah sendiri. Kondisi ini semakin parah dengan minimnya inisiatif pihak legislatif dan Pemerintah Daerah dalam membuka peluang kerja.

“Seharusnya wakil rakyat berpikir realistis dan memprioritaskan kesejahteraan umum,” lanjut warga tersebut. “Membuka lapangan pekerjaan adalah investasi masa depan yang jauh lebih berharga daripada membangun eskalator yang hanya akan menjadi simbol kemewahan. Bayangkan jika dana untuk eskalator itu dialokasikan untuk lapangan kerja. Dampaknya akan jauh lebih besar dan dirasakan oleh ribuan keluarga.”

Masyarakat juga menyoroti kemungkinan adanya usulan-usulan lain yang tidak pro-rakyat dan disembunyikan dalam DPA kegiatan yang dibahas antara pihak eksekutif dan legislatif. “Ini baru eskalator yang ketahuan. Siapa tahu ada usulan lain seperti pengadaan mobil dinas mewah, renovasi ruang rapat berlebihan, atau studi banding yang tidak jelas manfaatnya, yang diam-diam diselipkan dalam anggaran,” timpal seorang tokoh masyarakat. Mereka mendesak agar seluruh anggaran daerah dialokasikan untuk program-program yang dapat meningkatkan taraf hidup dan mengurangi angka pengangguran secara signifikan.

Seruan untuk membatalkan usulan pembangunan eskalator terus bergema di seluruh penjuru Tanjab Barat. Kontroversi ini menjadi ujian berat bagi sensitivitas dan keberpihakan wakil rakyat terhadap aspirasi dan penderitaan masyarakat yang telah memilih mereka.

Sementara dimana kita ketahui kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan salah satu kabupaten di provinsi jambi yang memiliki sumber daya alam yang kaya raya. namun masih bergulat dengan tantangan pengembangan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Masyarakat

Berita Terkait

Resmi Diluncurkan, Posyandu 6 SPM Bunga Tanjung Jadi Bukti Sinergi TNI dan Pemkab Tanjab Barat Tingkatkan Pelayanan Masyarakat.
Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.
Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.
Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.
Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.
Ratusan Warga Geruduk Polda Jambi, Desak Dugaan Korupsi Dana Kompensasi Rp8,9 Miliar dan Penjualan Lahan Desa Diusut.
Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Resmi Diluncurkan, Posyandu 6 SPM Bunga Tanjung Jadi Bukti Sinergi TNI dan Pemkab Tanjab Barat Tingkatkan Pelayanan Masyarakat.

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:32 WIB

Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.

Senin, 27 Juli 2026 - 20:43 WIB

Ratusan Warga Geruduk Polda Jambi, Desak Dugaan Korupsi Dana Kompensasi Rp8,9 Miliar dan Penjualan Lahan Desa Diusut.

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

Berita Terbaru