Foto Kegiatan Dinas Pertanian dan Kelompok Tani
kabarpesisirjambi.com | Batanghari – Tahun 2026 menjadi momentum yang menggembirakan bagi petani hortikultura di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Melalui program bantuan budidaya tanaman cabai, kisik, dan pare yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Batanghari, para petani kini memiliki harapan besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program tersebut merupakan komitmen Bupati Batanghari, Mhd. Fadhil Arief, SE, dalam mendorong pengembangan sektor hortikultura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan diberikan melalui anggaran APBD Kabupaten Batanghari yang dikelola Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Batanghari.
Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Batanghari, Kartono Saputro, SP, menjelaskan bahwa bantuan budidaya cabai telah disalurkan untuk lahan seluas 10 hektare yang tersebar di delapan kecamatan dengan total 17 petani penerima manfaat.
Selain cabai, pemerintah juga menyalurkan bantuan budidaya tanaman kisik seluas 3 hektare yang tersebar di Kecamatan Pemayung, Bajubang, dan Batin XXIV, dengan enam petani penerima manfaat.
Sementara itu, bantuan budidaya pare juga dialokasikan seluas 3 hektare di Kecamatan Muara Bulian, Bajubang, dan Batin XXIV, yang turut diterima oleh enam petani.
Kartono menegaskan, seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan survei lapangan oleh tim hortikultura. Penilaian dilakukan terhadap kelayakan lahan, kondisi tanah, ketersediaan sumber air, hingga kesiapan sarana pendukung seperti mesin air, jaringan irigasi drip, tenaga kerja, serta dukungan input produksi lainnya.
“Langkah ini dilakukan agar paket bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan mampu menghasilkan produksi yang optimal,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Batanghari menargetkan peningkatan produksi hortikultura yang signifikan hingga akhir tahun 2026.
Produksi diperkirakan mampu mencapai sekitar 100 ton cabai, 60 ton kisik, dan 60 ton pare, di luar hasil panen petani yang tidak menerima bantuan program.
Bupati Batanghari Mhd. Fadhil Arief juga berharap pengembangan hortikultura tidak berhenti pada program bantuan tahun ini. Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya 10 hektare Lahan Hortikultura Abadi (LATIBA) sebagai sentra produksi sayuran berkelanjutan.
Dengan adanya kawasan hortikultura permanen tersebut, diharapkan ketersediaan berbagai komoditas sayuran di Kabupaten Batanghari dapat terus terjaga, mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






