Pasokan Air Terganggu, Perumda Tirta Pengabuan Klarifikasi Penyebab Gangguan Distribusi.

admin

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Amper Produksi Yang Kurang Stabil 

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Pengabuan mengeluhkan terganggunya pasokan air bersih dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, manajemen Perumda Tirta Pengabuan memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab gangguan yang mengakibatkan aliran air tidak mengalir secara normal di sejumlah wilayah pelayanan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Pengabuan, Feri Elvianto, S.H., menjelaskan bahwa gangguan distribusi air yang terjadi bukan disebabkan oleh kebocoran jaringan maupun kerusakan instalasi perpipaan, melainkan akibat kendala pada sistem kelistrikan yang menjadi sumber energi utama operasional perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, selama ini pihak Perumda membedakan mekanisme penyampaian informasi kepada pelanggan berdasarkan jenis dan skala gangguan yang terjadi.

“Untuk gangguan berupa penurunan tegangan listrik, biasanya informasi disampaikan langsung oleh petugas lapangan. Berbeda dengan pemadaman listrik berskala besar dan berdurasi lama, yang umumnya disertai pemberitahuan resmi dari pihak PLN sehingga dapat kami informasikan lebih luas kepada pelanggan,” ujar Feri saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, gangguan bersifat sementara seperti pemadaman listrik selama satu hingga dua jam atau gangguan akibat kerusakan jaringan lokal biasanya tidak diumumkan secara tertulis karena penanganannya dilakukan langsung di lapangan dan dapat segera dipulihkan.

Namun, terkait gangguan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir, Perumda Tirta Pengabuan merasa perlu menyampaikan penjelasan resmi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai penyebab terganggunya pelayanan air bersih.

Dalam keterangannya, manajemen Perumda Tirta Pengabuan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Perusahaan menjelaskan bahwa gangguan distribusi air merupakan dampak lanjutan dari gangguan sistem kelistrikan wilayah Sumatera yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selain itu, pada jaringan listrik di wilayah Tebing Tinggi yang menjadi sumber daya utama bagi operasional bangunan Intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA), terjadi penurunan tegangan listrik atau drop voltage.

Kondisi tersebut menyebabkan aliran listrik masih tersedia, namun tidak memiliki daya yang cukup untuk mengoperasikan pompa dan peralatan pengolahan air secara optimal.

“Jika operasional tetap dipaksakan berjalan dalam kondisi tegangan rendah, dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan serius pada peralatan produksi. Hal ini justru berpotensi memperburuk pelayanan dan memperpanjang waktu pemulihan,” jelasnya.

Akibat gangguan teknis tersebut, kapasitas produksi dan distribusi air mengalami penurunan signifikan sehingga berdampak pada melemahnya tekanan air hingga terhentinya aliran air di beberapa kawasan pelayanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Saat ini, Perumda Tirta Pengabuan terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak PLN guna memantau perkembangan perbaikan jaringan listrik.

Di saat yang sama, tim teknis perusahaan juga melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan agar sistem produksi dan distribusi air dapat kembali beroperasi secara normal.

Manajemen Perumda Tirta Pengabuan mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan berupaya memulihkan pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan secepat mungkin.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terus berupaya agar layanan air bersih dapat kembali normal dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tutup Feri (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Dirut PDAM Tanjab Barat

Berita Terkait

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.
Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.
Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.
Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.
Ratusan Warga Geruduk Polda Jambi, Desak Dugaan Korupsi Dana Kompensasi Rp8,9 Miliar dan Penjualan Lahan Desa Diusut.
Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.
Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:32 WIB

Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WIB

Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:44 WIB

Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan: Fogging Dilakukan Berdasarkan Permohonan dan Kesepakatan Warga.

Berita Terbaru