BPK Turun Langsung Periksa Kondisi Proyek Rigid Beton Dalam Kota Kuala Tungkal.
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Sorotan terhadap kualitas pembangunan infrastruktur kembali mengemuka. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun langsung bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan pemeriksaan mutu proyek jalan rigid beton di dalam Kota Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Sabtu (21/02/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemeriksaan difokuskan pada sejumlah ruas strategis di pusat kota. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Kelurahan Tungkal IV Kota, tepatnya di Jalan Simpang Pahlawan dan sekitarnya—wilayah dengan mobilitas tinggi yang setiap hari dilalui masyarakat.
Tak sekadar formalitas, tim BPK tampak melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi badan jalan. Sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga terlihat mendampingi proses tersebut.
Pengukuran, pengamatan visual, hingga pencatatan detail teknis dilakukan di lokasi, menandakan audit ini menyasar kualitas pekerjaan secara menyeluruh.
Kepala Dinas PUPR Tanjung Jabung Barat, Apri Dasman, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Ia menyebutkan total terdapat delapan titik proyek rigid beton di dalam Kota Kuala Tungkal yang menjadi objek audit.
“Total ada delapan titik di dalam kota yang diperiksa,” ujarnya singkat di sela kegiatan.
Namun, ketika awak media mencoba menggali lebih jauh mengenai jumlah keseluruhan proyek yang diperiksa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta kemungkinan adanya temuan pada proyek tahun anggaran 2025, jawaban yang didapat masih normatif.
Salah satu anggota tim BPK, Imam, memilih irit bicara. Ia enggan merinci progres maupun potensi temuan yang muncul selama pemeriksaan berlangsung.
“Banyak? Tunggu saja nanti hasil laporan BPK-nya akan keluar. Laporan ini ditargetkan selesai semua pada bulan lima dan bulan enam nanti,” tegasnya singkat.
Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Mengingat proyek jalan rigid beton merupakan infrastruktur vital yang menyerap anggaran besar, publik tentu menanti apakah hasil audit nantinya akan menemukan catatan perbaikan, rekomendasi tegas, atau justru indikasi persoalan serius.
Kini, bola ada di tangan BPK. Hasil laporan yang dijanjikan rampung pada Mei hingga Juni mendatang akan menjadi penentu—apakah proyek-proyek jalan di Kuala Tungkal benar-benar dibangun sesuai spesifikasi, atau menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Perwakilan Salah Satu BPK






