Foto Perbaikan Listrik dan PDAM Tanjab Barat
kabarpesisirjambi.com | Tanjab Barat – Polemik mengenai sering terhentinya distribusi air bersih kepada pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Tanjung Jabung Barat akhirnya mendapat penjelasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak PDAM bersama PLN memastikan bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh kerusakan jaringan pipa maupun kebocoran instalasi, melainkan karena pasokan listrik yang masih kerap mengalami gangguan di sejumlah titik.
Direktur Perumda Tirta Pengabuan Feri Elvianto, S.H. Tanjung Jabung Barat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidak nyamanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, operasional instalasi pengolahan air sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
“Belakangan ini listrik sering hidup-mati, bahkan dalam sehari bisa terjadi hingga empat sampai lima kali. Kondisi tersebut berdampak pada operasional Intake Teluk Pengkah, IPA Tebing Tinggi, Booster Senyerang, Teluk Nilau, Parit Pudin hingga Parit Panting. Akibatnya proses produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat ikut terganggu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh petugas PDAM tetap siaga untuk mengembalikan pelayanan secepat mungkin setiap kali terjadi gangguan listrik agar distribusi air kepada pelanggan dapat kembali normal.
Sementara itu, Manager PLN Unit Kuala Tungkal Yossa Perdana turut memberikan klarifikasi terkait gangguan kelistrikan yang terjadi di wilayah Tanjung Jabung Barat. Ia mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir memang masih terdapat beberapa kali pemadaman listrik yang memengaruhi pasokan ke sejumlah instalasi PDAM.
“Untuk padam listrik yang terjadi di wilayah Tanjab Barat memang masih ada beberapa kali. Tim kami selalu berupaya merespons setiap gangguan secepat mungkin. Salah satu kendala utama yang kami hadapi adalah proses perizinan pemangkasan pohon yang mengganggu jaringan listrik. Kami mohon maaf apabila pelayanan kelistrikan di Tanjab Barat masih belum optimal. Namun kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan,” ujarnya.
PLN juga menjelaskan bahwa di wilayah Tebing Tinggi, gangguan listrik dipicu oleh pohon lapuk yang tumbang serta aktivitas penebangan pohon milik warga yang mengenai jaringan listrik.
Sementara di wilayah Teluk Nilau–Parit Pudin, gangguan disebabkan oleh pohon yang menyentuh jaringan listrik serta gangguan dari satwa seperti tupai. Selain itu, terdapat satu pohon di sekitar jalur menuju instalasi PDAM Senyerang yang berpotensi mengganggu jaringan dan hingga kini masih menunggu proses perizinan untuk dilakukan pemangkasan.
Sedangkan di wilayah Parit Panting, beberapa kali gangguan terjadi akibat monyet yang memanjat jaringan listrik sehingga memicu gangguan pada sistem kelistrikan.
Manager PLN menambahkan bahwa pemeliharaan jaringan terus dilakukan secara bertahap. Selain perbaikan teknis, dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan, terutama dalam memberikan izin pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan jaringan listrik agar gangguan serupa dapat diminimalisasi.
PDAM dan PLN memastikan terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan setiap gangguan yang terjadi. Kedua instansi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar serta memberikan dukungan terhadap upaya perbaikan yang sedang dilakukan.
Dengan adanya penjelasan dari kedua pihak ini, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa terganggunya distribusi air bersih merupakan dampak dari gangguan pasokan listrik yang dipengaruhi berbagai faktor di lapangan, bukan akibat kerusakan jaringan distribusi air.
PDAM berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, sementara PLN akan terus memperkuat pemeliharaan jaringan dan mempercepat penanganan setiap gangguan agar pasokan listrik semakin andal, sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Kabarpesisirjambi.com






