VIRAL STRUK BELANJA BERUJUNG TEMUAN PRODUK KADALUARSA, YLKI SOROT LEMAHNYA PENGAWASAN FRESH KUALA TUNGKAL.

admin

- Redaksi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Produk Susu Yang Terpantau Telah Kadaluwarsa 

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Polemik viralnya keluhan konsumen terkait struk belanja di salah satu gerai Fresh Kualatungkal ternyata membuka temuan yang lebih serius. Saat melakukan inspeksi lapangan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menemukan sejumlah produk makanan yang diduga sudah tidak layak edar karena telah melewati masa kadaluwarsa.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan tersebut diperoleh dalam sidak yang dilakukan YLKI bersama sejumlah awak media pada Senin (29/6/2026). Selain menindak lanjuti aduan masyarakat mengenai ketidak sesuaian struk belanja, tim juga memeriksa kondisi barang yang dipajang di rak penjualan.

 

Koordinator Bidang Pengaduan Konsumen YLKI Tanjab Barat, Aldi Saputra, mengatakan pihaknya menemukan berbagai produk yang seharusnya sudah tidak lagi diperdagangkan kepada masyarakat.

 

“Dalam pengecekan tadi kami menemukan beberapa produk makanan yang sudah kadaluwarsa, di antaranya susu kaleng tanpa kemasan luar, susu kental manis, mie instan, hingga cokelat yang masa kedaluwarsa ya sudah lewat sekitar tiga bulan. Selain itu, kami juga melihat kemasan kerupuk dalam kondisi rusak dan kebersihannya kurang terjaga,” ungkap Aldi.

 

Menurut Aldi, temuan tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan konsumen serta kualitas pengawasan internal terhadap barang yang dipasarkan.

 

Menanggapi hal itu, Penanggung Jawab Pusat Fresh, Tri, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa persoalan viralnya struk belanja telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan konsumen.

 

“Permasalahan dengan konsumen sudah selesai dan sudah berdamai,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Pengawas Fresh Kuala tungkal, Tiara, mengakui adanya kelalaian dari pihak toko. Ia menyebut kesalahan tersebut bukan merupakan unsur kesengajaan, melainkan akibat adanya karyawan baru yang belum maksimal dalam menjalankan prosedur pemeriksaan barang.

 

“Memang itu menjadi kesalahan kami. Ada kelalaian saat pengecekan sehingga beberapa barang terlewat. Kami sudah meminta maaf kepada konsumen dan siap mengganti barang maupun mengembalikan uang apabila ada pembeli yang dirugikan,” katanya.

 

Terkait produk yang telah melewati masa kedaluwarsanya, pihak manajemen Fresh mengklaim sebenarnya telah menerapkan sistem penarikan barang satu bulan sebelum batas akhir masa edar.

 

Namun mereka mengakui masih terdapat kemungkinan adanya produk yang tertinggal akibat kelalaian petugas.

 

“Kalau memang ada barang yang lolos dari pengecekan, itu menjadi tanggung jawab kami. Konsumen yang dirugikan akan kami layani dengan penggantian barang baru,” jelas Aldi mengutip keterangan manajemen Fresh.

 

Tiara juga menambahkan, kesalahan pencatatan pada struk belanja yang sempat viral merupakan murni kekeliruan kasir. Pihak manajemen, kata dia, telah melakukan mediasi dengan konsumen sekaligus menjatuhkan sanksi kepada karyawan yang bersangkutan.

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sawaludin Tanjung, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan inspeksi bersama YLKI.

 

“Kami akan berkoordinasi dengan YLKI dan menurunkan tim ke lapangan untuk memastikan apakah ini murni kelalaian atau terdapat unsur kesengajaan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan dilakukan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

 

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha agar lebih disiplin dalam melakukan pengawasan terhadap produk yang dipasarkan. Keberadaan barang kedaluwarsa di rak penjualan tidak hanya berpotensi merugikan konsumen secara ekonomi, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat apabila luput dari pengawasan.

 

Judul ini dibuat lebih kuat namun tetap faktual, menonjolkan temuan YLKI tanpa menghakimi pihak toko sebelum adanya hasil pemeriksaan dari instansi berwenang. (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com

Berita Terkait

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.
Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.
Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.
Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.
Ratusan Warga Geruduk Polda Jambi, Desak Dugaan Korupsi Dana Kompensasi Rp8,9 Miliar dan Penjualan Lahan Desa Diusut.
Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.
Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:32 WIB

Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WIB

Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:44 WIB

Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan: Fogging Dilakukan Berdasarkan Permohonan dan Kesepakatan Warga.

Berita Terbaru