Foto Dirut PDAM Tirta Pengabuan Tanjab Barat
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Polemik dugaan pencemaran limbah PDAM yang sempat dikeluhkan warga akhirnya mendapat penjelasan resmi. Manajemen PDAM Tirta Pengabuan menegaskan bahwa air yang mengalir ke area perkebunan warga telah melalui uji laboratorium dan dinyatakan aman serta tidak membahayakan lingkungan.
Direktur Utama PDAM Tirta Pengabuan, Feri Elvianto, menyebut hasil uji laboratorium (lef) menjadi dasar utama klarifikasi tersebut. Ia menegaskan, tidak ada kandungan berbahaya dalam limbah yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Uji lef sudah dilakukan dan hasilnya tidak berbahaya. Ini penting kami sampaikan agar masyarakat tidak khawatir. Bahkan, ada warga yang menilai limbah tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pupuk,” ujar Feri, Senin (4/5/2026).
Meski demikian, PDAM tidak menutup mata terhadap persoalan lain yang turut memicu keresahan warga, yakni jebolnya tanggul atau bendungan yang menyebabkan luapan air ke lahan perkebunan.
Feri memastikan, perbaikan akan segera dilakukan. Saat ini, koordinasi intensif telah dijalin dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) guna mempercepat penanganan. Terlebih, Kepala Dinas PUPR juga diketahui merangkap sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) PDAM.
“Kami minta masyarakat bersabar. Perbaikan tetap menjadi prioritas dan akan kami upayakan secepat mungkin,” tegasnya.
Feri juga mengungkapkan, pihaknya telah lebih dulu melayangkan surat permohonan perbaikan kepada Dinas PUPR. Terkait belum terealisasinya penanganan, ia menduga adanya padatnya agenda pekerjaan di instansi tersebut.
“Kami yakin pemerintah daerah tidak tinggal diam. Ini hanya soal waktu dan teknis pelaksanaan di lapangan,” tambahnya.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bahkan telah turun langsung melakukan kunjungan kerja ke lokasi, termasuk meninjau Intek Teluk Pengkah dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Talang Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi.
Di sisi lain, PDAM juga mengklaim telah menjalin komunikasi langsung dengan para pemilik kebun yang terdampak. Hasilnya, warga disebut bersedia menunggu proses perbaikan dengan harapan penanganan segera direalisasikan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Dewan Pengawas PDAM yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR, Apri Dasman, masih belum ada respon. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Dirut PDAM Tirta Pengabuan Tanjab Barat






