Foto Menggunakan Ilustrasi
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Persoalan dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Desa Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Warga menyoroti genangan limbah yang diduga berasal dari instalasi PDAM setempat yang dinilai telah mencemari lahan dan mengancam keberlangsungan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluhan ini bukan tanpa alasan. Warga menyebut aliran limbah berupa lumpur tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam lantaran pemerintah daerah dinilai lamban dan tidak menunjukkan langkah konkret.
“Persoalan ini sudah lama, tapi seperti dibiarkan. Kami menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji,” ujar salah seorang warga dengan nada tegas, Minggu (3/5/2026).
Lebih mengkhawatirkan, tumpukan lumpur limbah disebut telah mencapai ketinggian sekitar lima meter. Material tersebut berpotensi terus meluas dan merembes ke area perkebunan sawit warga.
Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga mengancam produktivitas dan mata pencaharian masyarakat.
Di sisi lain, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso, tidak menampik bahwa persoalan ini merupakan masalah lama yang terus berulang.
“Sudah berulang, temboknya jebol lagi,” ujarnya singkat.
Katamso menambahkan, pihak direksi PDAM telah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati. Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera turun tangan melakukan perbaikan.
Namun demikian, warga berharap langkah tersebut tidak sekadar menjadi respons sementara. Mereka menuntut solusi permanen agar persoalan limbah ini tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, persoalan ini berpotensi berkembang menjadi krisis lingkungan yang lebih besar di wilayah tersebut. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Masyarakat






