Lokasi Pekerjaan Normalisasi Sungai Yang Longsor
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Proyek normalisasi Sungai Serindit di Desa Serindit, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), kini menjadi sorotan publik. Proyek yang menelan anggaran Rp. 489.823.153 dari APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2025 ini mengalami sejumlah longsor di beberapa titik pekerjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi melalui Bidang Sumber Daya Air, dengan penyedia jasa CV. Abi Karya Persada. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi aliran sungai guna mengurangi risiko banjir serta mencegah terjadinya erosi di wilayah tersebut.
Namun, hasil pantauan di lapangan dan laporan masyarakat menyebutkan adanya bagian tebing sungai yang telah mengalami longsor meski proyek masih dalam tahap pelaksanaan atau belum lama dikerjakan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas konstruksi dan pengawasan teknis di lapangan.
“Kami berharap proyek yang menggunakan uang rakyat ini dikerjakan sesuai standar. Kalau memang ada kekurangan, jangan hanya berhenti pada permintaan maaf. Harus ada evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaannya,” ujar salah satu perwakilan masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat mendesak agar pihak terkait, termasuk instansi teknis dan aparat pengawas, segera turun tangan melakukan pemeriksaan mendalam.
Mereka menilai, proyek infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan, terlebih menyangkut upaya pencegahan banjir yang berdampak luas bagi warga.
Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, setiap proyek infrastruktur yang dibiayai APBD wajib memenuhi standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Selain kualitas fisik pekerjaan, aspek administrasi dan pengawasan juga harus dijalankan secara transparan dan akuntabel guna memastikan anggaran daerah digunakan secara tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi maupun penyedia jasa terkait dugaan longsor tersebut.
Publik pun menanti langkah tegas dan klarifikasi resmi untuk memastikan proyek bernilai ratusan juta rupiah ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sebaliknya. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Masyarakat






