Masyarakat Desak Bupati Evaluasi Kinerja PLT Kadis DLH Terkait Ketimpangan Upah Petugas DLH.

admin

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Sekretaris DLH Tanjab Barat 

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap kinerja jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) semakin menguat. Melalui sejumlah unggahan di media sosial, yakni Facebook Group “Pencerahan Tanjung Jabung Barat”. Senin Pagi (18/05/2026)

Masyarakat mendesak Bupati Tanjung Jabung Barat segera mengevaluasi bahkan mengambil langkah untuk mengganti Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas DLH Tanjung Jabung Barat, beserta sejumlah pejabat terkait yang dinilai lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibanding kesejahteraan petugas lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan utama masyarakat tertuju pada keterlambatan pembayaran gaji petugas kebersihan dan tenaga lapangan DLH yang hingga kini disebut belum diterima. Di sisi lain, warga menilai hak dan tunjangan pejabat di lingkungan dinas justru telah dibayarkan terlebih dahulu.

“Bukti nyatanya sampai saat ini para petugas belum gajian, tapi hak keuangan mereka sudah dibayarkan,” tulis salah satu warga dalam unggahan yang beredar di media sosial.

Tak hanya soal gaji, warga juga menilai kinerja DLH Tanjung Jabung Barat belum berjalan maksimal. Sejumlah kritik menyebut adanya ketimpangan peran di internal dinas, di mana tenaga asli daerah disebut hanya menjadi “penonton” di wilayah sendiri, sementara pihak dari luar justru lebih dominan mengambil peran strategis.

“Jadi penonton di kampung sendiri, pejabat luar merajalela,” demikian salah satu kritik warga yang ramai diperbincangkan.

Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris DLH Tanjung Jabung Barat Hisom, menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran gaji terjadi akibat adanya pergantian Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) setelah pejabat sebelumnya mengundurkan diri.

Pergantian itu, kata dia, berdampak pada proses administrasi pencairan gaji tenaga pekerja.

“Karena ada perubahan PPTK. PPTK sebelumnya mundur, otomatis penanganan administrasi gaji harus dialihkan ke pejabat baru. Ditambah kemarin terkendala hari libur, sehingga prosesnya sedikit tertunda,” jelas Hisom.

Ia menegaskan bahwa kendala tersebut hanya berdampak pada tenaga pekerja lapangan, sementara pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) tetap berjalan normal karena berada dalam sistem administrasi yang berbeda.

Menurut Hisom, aturan administrasi juga melarang satu pejabat merangkap jabatan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PPTK secara bersamaan. Karena itu, dilakukan penunjukan pejabat baru setelah berkoordinasi dengan Inspektorat dan BKPSDM.

“PPK dan PPTK tidak boleh dijabat satu orang. Maka dilakukan pergantian, PPK sekarang dijabat Icot dan PPTK oleh Hilman. Setelah penunjukan resmi dari Kepala Dinas keluar, pemberkasan baru bisa diproses,” paparnya.

Terkait pembayaran gaji yang tertunda, Hisom memastikan pencairan akan segera dilakukan setelah Surat Keputusan (SK) penunjukan pejabat baru diterbitkan dan ditandatangani.

“Kalau besok berkas sudah naik, insyaallah minggu ini selesai dan harus cair. Tidak boleh dilambat-lambatkan,” tegasnya.

Ia juga membantah isu yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan. Menurutnya, wacana tersebut merupakan rencana pribadi lama terkait kondisi kesehatan dan tidak berkaitan dengan persoalan administrasi pembayaran gaji.

Selain itu, Hisom menegaskan bahwa tunggakan gaji yang terjadi baru berlangsung satu bulan, yakni untuk periode Mei 2026, dan bukan keterlambatan yang menumpuk selama beberapa bulan.

Aspirasi warga tersebut kini ditujukan langsung kepada Bupati Tanjung Jabung Barat dengan harapan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di ruang lingkup DLH.

Masyarakat berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar pelayanan publik dan kesejahteraan petugas lapangan dapat menjadi prioritas utama. (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Dinas DLH Tanjung Jabung Barat

Berita Terkait

Seragam Sekolah Gratis Senilai Rp. 6,2 Miliar, Komisi I DPRD Tanjab Barat Ingatkan Jaga Kualitas.
Disnaker Tanjab Barat, Gandeng BPJS Tingkatkan Perlindungan Pekerja.
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Hadiri Panen Raya Nasional Bersama Presiden Prabowo, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan.
Hamdani Pimpin Rapat Paripurna, DPRD Tanjab Barat Apresiasi Raihan WTP Pemkab.
Nahkodai Dinkes Tanjabbar, Sahala Simatupang Siap Perkuat Layanan Kesehatan Hingga Pelosok
Bupati Tinjau Calon Penerima Bedah Rumah, Sinergi Pemkab, Baznas dan Lapas Kuala Tungkal Wujudkan Hunian Layak bagi Warga.
Perkembangan UMKM Lokal: Pemkab Tanjab Barat Perkuat Kualitas Produk, Bidik Pasar Nasional.
Breaking News: Perebutan Kursi Kepala OPD Tanjab Barat Mengerucut, Pansel Rilis Kandidat Terbaik Tahun 2026.
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:32 WIB

Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WIB

Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:44 WIB

Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan: Fogging Dilakukan Berdasarkan Permohonan dan Kesepakatan Warga.

Berita Terbaru