Foto Kalapas dan Pihak Pertamina
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal terus memperkuat program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kerja sama yang berlangsung pada Sabtu (13/06) ini menjadi bagian dari upaya reintegrasi sosial warga binaan melalui program pemberdayaan ekonomi dan pelatihan keterampilan kerja yang produktif.
Melalui dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha memberikan pelatihan intensif yang didampingi instruktur profesional, sekaligus menyediakan sarana, prasarana, dan peralatan pendukung guna menunjang kegiatan kerja di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha atas kepedulian dan dukungannya. Program ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi secara positif setelah menjalani masa pidana,” ujar Iwan.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Kuala Tungkal, Juari Maliki, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan.
Menurutnya, program yang dijalankan bersama Pertamina tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan dan kemampuan mengelola usaha secara profesional.
“Kami melihat banyak potensi yang dimiliki warga binaan. Dengan pembinaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi modal berharga untuk membangun usaha mandiri setelah bebas nanti,” jelas Juari.
Sementara itu, Manager PT Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha, Muhammad Rasyad Barokah, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat, termasuk kelompok yang tengah menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata dengan memberikan bekal keterampilan hidup yang dapat digunakan secara mandiri dan produktif. Kami berharap para warga binaan memiliki kepercayaan diri serta kemampuan yang memadai untuk memulai kehidupan baru dan berperan aktif dalam pembangunan masyarakat,” katanya.
Kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal dan PT Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan warga binaan sekaligus membuka peluang terciptanya sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa pidana berakhir.
Melalui program tersebut, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan produktif selama menjalani pembinaan, tetapi juga memperoleh keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat maupun daerah. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : kabarpesisirjambi.com






