Polemik PAW Kades Tanjabbar Memanas, DPRD Soroti Surat Mendagri yang Terbit Usai Pelantikan.

admin

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat RDP di Ruangan Komisi I DPRD Tanjung Jabung Barat

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat Polemik mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa (Kades) di Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Senyerang, bersama tujuh desa lainnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), kian memanas.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Komisi I kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan, Senin (2/3/2026), untuk mengurai persoalan yang hingga kini belum menemukan titik terang.

 

Rapat dipimpin Ketua Komisi I, H. Assek, dan dihadiri Asisten Pemerintahan Setda Tanjab Barat Johan Bororing, jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Ferdiono Ramadhan, SH., kuasa hukum calon Kades PAW Desa Teluk Ketapang, Rika.

 

Sorotan utama dalam RDP kali ini adalah terbitnya surat balasan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa pada 27 Februari 2026. Surat tersebut baru diterbitkan setelah pelantikan Kades PAW dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjab Barat.

 

Padahal, dalam RDP sebelumnya sempat disepakati bahwa pelantikan sebaiknya ditunda hingga ada penegasan resmi dari Kemendagri. Namun, pelantikan tetap dilaksanakan dengan alasan adanya tenggat waktu 30 hari sejak Surat Keputusan (SK) diterbitkan.

 

Asisten Pemerintahan Johan Bororing menegaskan, Pemkab telah mengantongi jawaban dari Kemendagri terkait keberatan salah satu calon Kades PAW, terutama menyangkut dugaan masa pelaksanaan jabatan yang melebihi enam bulan.

 

“Intinya, Pemkab sudah mendapatkan penjelasan dari Mendagri. Kami sudah menyurati dan sudah ada jawaban bahwa itu sesuai aturan,” ujarnya usai RDP.

 

Meski demikian, Johan mengakui kemungkinan masih ada pihak yang belum puas. Ia menegaskan Pemkab tetap berpegang pada regulasi yang berlaku dan siap menghadapi konsekuensi hukum apabila persoalan ini berlanjut ke ranah peradilan.

 

Dalam forum tersebut, Ketua Komisi I H. Assek secara terbuka mempertanyakan langkah Dinas PMD yang dinilai tidak sejalan dengan kesepakatan sebelumnya.

 

“Kenapa kesepakatan tidak dipatuhi? Alasannya karena ada batas waktu 30 hari setelah SK diterbitkan harus dilantik. Jika menunggu jawaban Kemendagri, dikhawatirkan SK batal karena melewati tenggat,” ungkapnya.

 

Namun, ia juga menyoroti isi surat Kemendagri yang dinilai tidak memuat penegasan eksplisit mengenai batas enam bulan yang menjadi pokok keberatan.

 

“Artinya, jika memang tidak ada penegasan, pemerintah daerah harus siap dengan konsekuensi hukum yang mungkin terjadi. Kalau ada gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), ya harus siap,” tegas Assek.

 

RDP berlangsung dinamis. Ferdiono Ramadhan melontarkan sejumlah pertanyaan tajam, termasuk mempertanyakan dua surat pengaduan kepada Bupati yang disebut belum mendapat tanggapan.

 

Ia juga meminta salinan SK pelantikan, surat kesepakatan PAW, serta surat pengesahan Bupati terkait desa terpilih. Pihak Pemkab menyatakan dokumen tersebut berada di Dinas PMD dan akan diserahkan setelah rekomendasi resmi Komisi I diterbitkan.

 

Hingga kini, polemik PAW Kades Teluk Ketapang dan sejumlah desa lainnya masih menjadi sorotan publik. Empat kali RDP digelar, namun perdebatan belum sepenuhnya mereda.

 

Di tengah silang pendapat antara pihak penggugat dan pemerintah daerah, satu hal menjadi jelas: proses PAW ini berpotensi berlanjut ke jalur hukum jika tak tercapai kesepahaman. Publik kini menanti, apakah persoalan administrasi desa ini akan berakhir di meja mediasi, atau justru berlanjut ke ruang sidang. (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Ketua Komisi I DPRD Tanjab Barat

Berita Terkait

Seragam Sekolah Gratis Senilai Rp. 6,2 Miliar, Komisi I DPRD Tanjab Barat Ingatkan Jaga Kualitas.
Disnaker Tanjab Barat, Gandeng BPJS Tingkatkan Perlindungan Pekerja.
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Hadiri Panen Raya Nasional Bersama Presiden Prabowo, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan.
Hamdani Pimpin Rapat Paripurna, DPRD Tanjab Barat Apresiasi Raihan WTP Pemkab.
Nahkodai Dinkes Tanjabbar, Sahala Simatupang Siap Perkuat Layanan Kesehatan Hingga Pelosok
Bupati Tinjau Calon Penerima Bedah Rumah, Sinergi Pemkab, Baznas dan Lapas Kuala Tungkal Wujudkan Hunian Layak bagi Warga.
Perkembangan UMKM Lokal: Pemkab Tanjab Barat Perkuat Kualitas Produk, Bidik Pasar Nasional.
Breaking News: Perebutan Kursi Kepala OPD Tanjab Barat Mengerucut, Pansel Rilis Kandidat Terbaik Tahun 2026.
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Petani Desa Trentang Baru Gelar Tanam Perdana Cabai Bersama Dinas Pertanian Batanghari.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Disnaker Tanjab Barat Evaluasi Penggunaan TKA di PT LPPPI dan PT WKS, Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:32 WIB

Perkuat Hubungan Industrial, Disnaker Tanjab Barat Gandeng Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan di Tebing Tinggi.

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Terkait Lokasi Dapur MBG Dekat POM Bensin dan Gedung Walet, Korwil: Sudah Dilaporkan Ke Pusat Izin Tetap Diberikan.

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WIB

Terkait Tuntutan Warga Dusun Mudo, Camat dan Kesbangpol Buka Suara Soal Upaya Penyelesaian Sengketa.

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Senyum Petani di Batanghari, Bantuan Pemkab Ditargetkan Hasilkan Ratusan Ton Sayuran hingga Akhir 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0419/Tanjab Siagakan Armada Pemadam dan Sebar Personel di 24 Pos Karhutla.

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:44 WIB

Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan: Fogging Dilakukan Berdasarkan Permohonan dan Kesepakatan Warga.

Berita Terbaru