Komisi III DPRD Tanjabbar, Soroti Dugaan Kejanggalan Proyek Pintu Air dan Peningkatan Jalan Mangrove.

Avatar

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ketua Komisi III DPRD Tanjab Barat

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Komisi III DPRD Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) angkat bicara terkait temuan dugaan kejanggalan dalam beberapa proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. Temuan ini merupakan hasil investigasi media di lapangan yang mengungkap adanya proyek dengan anggaran fantastis hingga miliaran rupiah.

Ketua Komisi III DPRD Tanjab Barat, Albert Chaniago, menyatakan pihaknya akan segera mempertanyakan spesifikasi pekerjaan tersebut kepada dinas terkait. “Nanti akan kami sampaikan kepada media,” ujarnya. Saat di konfirmasi oleh media melalui via telpon, Jumat (17/10/25) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan ini muncul di tengah keluhan rekan media terkait sulitnya mendapatkan informasi berimbang dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan konsultan proyek yang hingga kini memilih bungkam.

Albert Chaniago menegaskan, “Seharusnya persoalan ini direspons oleh pihak terkait yang ditunjuk sebagai penanggung jawab proyek. Mereka kan paham soal teknisnya. Seharusnya dinas terkait yang menyampaikan dulu hal ini karena terkait teknis.”

Saat disinggung mengenai upaya pemanggilan konsultan pengawas dalam dua proyek bermasalah tersebut, Albert menjelaskan bahwa sudah ada konsultan perencanaan dan pengawas yang ditunjuk. “Makanya instansi terkait atau OPD terkait harus tahu permasalahan itu. Konsultan kan dibayar, jadi pihak instansi terkait harus tegas. Jika ada dugaan pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan speknya, pihak dinas berhak memberikan sanksi kepada konsultan. Jangan diam dan hanya menerima laporan di atas meja saja, turun cek juga ke lokasi proyek,” tegasnya.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan pintu air senilai Rp 4 miliar lebih. Dalam proyek ini, ditemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari timbunan tanah kuning, kualitas coran semen di area pintu air, hingga turap yang diduga minim pengawasan. Kondisi ini menimbulkan keraguan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan sesuai spesifikasi yang ditetapkan.

“Seperti mutu beton yang digunakan, masuk tidak sesuai speknya. Karena melihat dari kualitas pekerjaannya diragukan,” ungkap sumber di lapangan.

Selain itu, proyek pelebaran jalan menuju kawasan mangrove di Desa Tungkal I juga menuai kritik. Proyek ini diduga menggunakan batang pohon pinang sebagai mal penahan timbunan.

Hingga berita ini diturunkan, PPK dan PPTK proyek pembangunan pintu air senilai Rp 4 miliar lebih yang bersumber dari APBD Murni 2025 belum memberikan tanggapan.

Hal serupa juga terjadi pada konsultan pengawas proyek pelebaran jalan menuju mangrove senilai Rp 3 miliar lebih yang didanai APBD-P tahun 2025. Ondik, yang disebut sebagai konsultan pengawas proyek tersebut, juga belum merespons konfirmasi yang dilayangkan melalui pesan WhatsApp.

Diharapkan, dengan adanya sorotan dari DPRD Tanjab Barat, pihak-pihak terkait dapat segera memberikan klarifikasi dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut. (Pn)

Berikan Komentar anda disini!

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Ketua Komisi III DPRD Tanjab Barat

Berita Terkait

Mahakarya Jemari Persit Tanjab: Sentuhan Akhir Estetika Eceng Gondok di Balai Kartini Jakarta.
Dari Rawa Menjadi Karya, Pesona Anyaman Eceng Gondok Persit KCK Cabang XXVI Tanjab di Hari Kedua.
Razia Gabungan di Lapas Kuala Tungkal, Petugas Sita HP hingga Korek Api dari Blok Hunian.
Kerajinan Eceng Gondok Makin Populer Pasca Event Persit BISA 2 Tahun 2026.
Polres Tanjab Barat Salurkan 82 Karung Beras untuk Korban Kebakaran Pasar Teluk Nilau.
Pesona Kerajinan Eceng Gondok di Ajang Persit BISA 2 Tahun 2026.
Mahasiswa Tanjab Barat Soroti Kunker Menkes di RSUD KH Daud Arif Tanpa Libatkan DPRD.
Kinerja Dewas RSUD Daud Arif Disorot, Kasus Kematian Dokter Picu Evaluasi Pengawasan.
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:02 WIB

Polres Tanjabbar Sikat Jaringan Narkoba di Betara: Empat Tersangka Diringkus.

Rabu, 22 April 2026 - 19:11 WIB

Spesialis Pencurian 6 TKP Dibekuk, Sasar Kantor Pemerintah hingga Rumah Warga di Tanjab Barat.

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Pengedar Sabu Digerebek di Penginapan, Polisi Temukan Barang Bukti di Tas dan Jok Motor.

Rabu, 8 April 2026 - 08:47 WIB

Curi Uang di Toko Buah, Pria di Tanjab Barat Diringkus Tim Petir Polres.

Minggu, 5 April 2026 - 00:49 WIB

Geger! Geng Remaja Bawa Sajam Resahkan Warga Kuala Tungkal Pada Malam Hari.

Kamis, 2 April 2026 - 20:09 WIB

BREAKING NEWS !! Kejari Tanjab Barat Tetapkan 3 Tersangka, Kasus Korupsi Subsidi 2019–2021 PDAM Tirta Pengabuan.

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:15 WIB

Buron Berbulan-bulan, DPO Narkoba di Tanjab Barat Akhirnya Diringkus Polisi.

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Korpolairud Baharkam Polri Amankan Kapal Bermuatan Kayu Ilegal 8 Ton di Perairan Tanjab Barat.

Berita Terbaru