Saling Berebut Birokrasi, Alam dan Masyarakat Dikorbankan.

admin

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh; Nazli (Anak Dusun)

kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Isu tambang ilegal di Kabupaten Tanjung Jabung Barat hingga saat ini belum kunjung tuntas, hal ini membuat seorang pemuda Nazli (Anak Dusun) angkat bicara dan melihat Sungguh ironis.

Di tengah kerusakan alam yang kian nyata, penertiban tambang ilegal di Tanjung Jabung Barat justru molor hanya karena dua instansi pemerintah saling berebut wewenang. Dinas ESDM dan DPMPTSP Provinsi Jambi seperti lupa bahwa alam sedang sekarat, sementara mereka sibuk berdebat soal siapa yang berhak bertindak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pemberitaan Bekabar.id, dan berita lainnya hingga kini banyak tambang galian C di Tanjab Barat beroperasi tanpa izin lengkap. Dari 33 perusahaan, hanya 7 yang memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sah, namun sebagian besar sudah aktif menjual material tambang. Itu berarti kejahatan lingkungan sedang berlangsung terbuka “di depan mata pejabat” tanpa sanksi nyata.

Ketika dua lembaga publik berkonflik, para penjarah alam justru tertawa lega. Mereka terus mengeruk tanah, merusak ekosistem, dan mengantongi untung, sementara aparat sibuk mengirim surat dan saling menunggu. Ini bukan hanya soal lemahnya koordinasi, tapi bukti betapa birokrasi kita gagal melindungi bumi sendiri.

Sudah cukup alasan bagi DPRD dan aparat penegak hukum untuk turun tangan. Konflik kewenangan tak boleh menjadi tameng bagi pelanggar hukum. Penegakan harus dilakukan sekarang, cabut izin, tutup lokasi tambang ilegal, dan seret pelakunya ke meja hijau. Penundaan berarti ikut serta dalam kejahatan itu sendiri.

Pemerintah Provinsi Jambi mesti segera membentuk task force gabungan yang memiliki mandat tunggal: menertibkan tambang ilegal tanpa kompromi. Semua data perusahaan harus dibuka ke publik, audit izin dilakukan terbuka, dan pelanggar wajib dihukum seberat-beratnya.

Kerusakan lingkungan bukan sekadar angka atau laporan. Ia adalah banjir yang menenggelamkan rumah, air yang tak lagi layak diminum, dan sungai yang kehilangan kehidupan. Maka setiap detik kelambanan birokrasi adalah dosa ekologis yang akan dibayar generasi mendatang.

Saatnya pemerintah berhenti berdebat dan mulai bertindak. Hukum harus tegas, birokrasi harus cepat, dan lingkungan harus diselamatkan sekarang juga. (Pn)

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Nazli (Anak Dusun)

Berita Terkait

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.
Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.
87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.
Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.
Resmi Dibuka, Mess Kodim 0419/Tanjab Jadi Fasilitas Singgah Nyaman bagi Prajurit.
Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.
Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 10:33 WIB

Berikan Rasa Aman Pengguna Jasa Transportasi Laut, Dishub Tanjab Barat Bagikan Masker di Sejumlah Pelabuhan.

Jumat, 18 September 2026 - 09:54 WIB

Kolaborasi Peduli Sesama, CV Tri Putra Cont dan Imigrasi Kuala Tungkal Salurkan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap.

Kamis, 17 September 2026 - 14:07 WIB

87 Hektare Sawah di Tanjab Barat Gagal Panen Akibat Kemarau, Kadis Tanaman Pangan Beberkan Penyebab dan Solusinya.

Kamis, 17 September 2026 - 13:07 WIB

Lapas Kuala Tungkal Perketat Pengawasan, Razia Gabungan TNI-Polri Pastikan Lapas Bersih dari HP dan Narkoba.

Rabu, 16 September 2026 - 16:36 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Apresiasi Sinergi Pemkab dan Stakeholder Dalam Penanganan Karhutlah.

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sebut: 317 Warga Tanjab Barat Terserang ISPA dalam Sepekan.

Selasa, 15 September 2026 - 14:36 WIB

Hamdani Buka Suara Soal Polemik Rapat Banggar: “Saya Justru Berupaya Meredam Ketegangan”

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Tokoh Masyarakat Batang Asam Apresiasi Kinerja Hamdani, Nilai Aspirasi Warga Terus Diperjuangkan.

Berita Terbaru