Foto ilustrasi
kabarpesisirjambi.com, Tanjab Barat – Video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan yang tidak layak konsumsi di SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat viral di media sosial dan menuai sorotan publik. Dalam video tersebut, terlihat telur yang busuk dengan bau menyengat, serta roti yang disebut-sebut mendekati masa kedaluwarsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program MBG yang sejatinya diharapkan menjadi penopang asupan nutrisi siswa selama bulan suci Ramadhan justru memicu polemik. Keluhan pertama kali mencuat dari orang tua siswa yang mendapati kondisi makanan dinilai tidak layak dikonsumsi.
Dalam rekaman yang beredar luas, telur tampak dalam kondisi mencurigakan dan mengeluarkan aroma tak sedap. Sementara roti yang dibagikan disebut memiliki masa berlaku yang nyaris habis.
Temuan ini memantik kekhawatiran serius terkait standar kebersihan, proses distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam program MBG, khususnya selama Ramadhan.
Sejumlah orang tua menilai, di tengah ibadah puasa, kondisi fisik siswa membutuhkan asupan yang benar-benar aman, higienis, serta bernilai gizi baik. Mereka mendesak pihak penyelenggara lebih selektif dan memperketat pengawasan mutu bahan pangan sebelum didistribusikan kepada pelajar.
Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, Kadiman menjelaskan bahwa pada hari biasa setiap paket MBG yang diterima sekolah selalu melalui proses pengecekan terlebih dahulu oleh pihak sekolah. Namun selama Ramadhan, pola distribusi berubah dan makanan diantar langsung ke rumah siswa.
“Pihak sekolah tidak dapat melakukan kontrol secara langsung terhadap kondisi paket yang diterima, sebab selama ramadhan mbg tersebut langsung di terima siswa di rumah masing – masing”. Ujarnya saat di mintai wawancara di sma pada Rabu (25/02/2026)
Sementara itu, salah seorang guru, Siti Sazarah, menyarankan agar dapur SPPG mempertimbangkan menu yang lebih tahan lama serta lebih terjamin kualitasnya selama Ramadan.
“Kalo bisa di ganti dengan menu yang tahan lama dan lebih baik lagi selama ramadhan ini”. Ungkapnya
Menurutnya, perubahan pola distribusi harus diimbangi dengan penyesuaian jenis makanan agar tetap aman dikonsumsi.
Atas kejadian ini, sejumlah wali murid meminta aparat kepolisian turun tangan untuk melakukan penyelidikan serta menindak tegas pihak dapur yang diduga mendistribusikan makanan tidak layak konsumsi.
Mereka berharap program pemenuhan gizi tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi siswa, bukan justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Pn)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Kepsek dan Guru SMAN 1 Tanjung Jabung Barat






